Curhat Istri Anggota TNI yang Gugur di Kongo, Tunggu Video Call Lagi, Malah Staf TNI Bawa Kabar Duka

Serma Rama Wahyudi tak sempat video call lagi dengan istrinya, Anita, karena anggota pasukan perdamaian PBB itu gugur diserang milisi di Kongo.

KOLASE ISTIMEWA/KOMPAS.COM
Serma Rama Wahyudi dalam seragam pasukan perdamaian PBB dan Anita istrinya. Serma Rama Wahyudi meninggal dunia ketika tim patrolinya diserang milisi bersenjata di Republik Demokratik Kongo. 

Serma Rama Wahyudi, anggota TNI tewas di Kongo, tak sempat video call lagi dengan istrinya, Anita, karena anggota pasukan perdamaian PBB itu gugur diserang milisi.

TRIBUNJATIM.COM, KAMPAR -  Dengan mata masih merah karena menangis, Anita (36) duduk di depan rumah mertuanya di Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Rabu (24/6/2020). 

Anita menangis setelah mendengar kabar, suaminya Serma Rama Wahyudi, anggota TNI gugur dalam tugas sebagai anggota pasukan perdamaian di Republik Demokratik Kongo (RDK). 

Serma Rama Wahyudi merupakan prajurit TNI Angkatan Darat dari Detasemen Peralatan (Denpal) 1/4 Pekanbaru, meninggal saat tim patrolinya diserang milisi.

Kabar Duka dari TNI, Serma Rama Wahyudi Gugur Diserang Milisi Saat Tugas Menjaga Perdamaian di Kongo

VIDEO: Momen Haru Keluarga Sambut Kedatangan Pasukan Perdamaian Dunia KRI Usman Harun 359

Setahun di Lebanon, Koarmada II Sambut Pasukan Perdamaian Dunia KRI Usman Harun 359

Anita yang ditemani beberapa anggota keluarganya sesekali mengusap air matanya dan berusaha untuk tegar menghadapi musibah itu.

Di depan rumah itu, tampak deretan karangan bunga duka cita dari berbagai lembaga, terutama dari jajaran TNI, termasuk dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Pangdam I/Bukit Barisan, Komandan Korem 031/Wira Bima, Komandan Kodim 0313/Kampar Letkol Inf Aidil Amin dan yang lainnya.

Sambil sesekali mengusap air matanya, Anita menceritakan perbincangan dengan sang suami kepada Kompas.com siang itu. 

Anita menuturkan, ia sempat ber-video call dengan Serma Rama Wahyudi beberapa saat sebelum penyerangan. 

"Senin malam itu kami video call sebelum pukul 22.00 WIB. Sebelum tidur, saya sama anak-anak pasti video call dulu. Biasa tanya kabar dan sebagainya," kata Anita.

Pada saat video call, menurut Anita, suaminya sedang berada di dalam mobil dan sedang menempuh perjalanan.

Halaman
123
Editor: Adi Sasono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved