Virus Corona di Lamongan

Separuh Pelaku UMKM di Lamongan Mulai Bangkit di Masa Transisi Menuju Tata Kehidupan Normal

Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Lamongan Jawa Timur kini mulai bangkit, setelah sempat terpuruk akibat pandemi virus Corona

surya/Hanif Manshuri
Salah satu diantara para pelaku usaha kuliner di Lamongan harus terapkan protokol kesehatan, Jumat (19/6/2020 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Lamongan Jawa Timur kini mulai bangkit, setelah sempat terpuruk akibat pandemi virus Corona atau Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, M. Zamroni mengungkapkan, pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap para pelaku UMKM di Lamongan.

Produksi UMKM di Lamongan pada masa pandemi virus Corona atau Covid-19 menurun drastis.

"Kalau boleh saya katakan banyak yang kehilangan pasar karena adanya banyak penutupan gerai-gerai, pusat oleh-oleh maupun pusat perbelanjaan," kata Zamroni, kepada Surya.co.id, Rabu (24/6/2020).

Namun sejak memasuki masa transisi menuju new normal ini, menurut Zamroni, para pelaku UMKM perlahan mulai bangkit dari keterpurukan dan menata kembali usahanya.

Para pelaku UMKM sudah mulai berani bergerak untuk mencari pangsa pasar baru, dengan mulai dibukanya pusat-pusat perbelanjaan dan tidak ada lagi PSBB.

Satu Keluarga Pedagang Sayur Kota Batu Sembuh dari Covid-19, Angka Kesembuhan Pasien Bertambah 17

Pengakuan Blak-blakan Pria di Lombok yang Nikahi Pacar dan Sepupunya Sekaligus: Saya Nggak Peduli

PN Surabaya Tunggu Kepastian Tes Swab dari Gugus Covid-19, Tidak Bisa Berandai-andai Dulu

"Para pelaku UMKM kini getol dengan pasar online untuk memasarkan produk mereka, " katanya.

Semasa pandemi ini UMKM lebih banyak yang memanfaatkan pasar secara daring atau online.

Hanya saja masih ada kelemahan karena belum semua pelaku UMKM di Lamongan mampu bangkit, mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan situasi saat ini.

"Bertahap, masih sekitar 55 persen yang bangkit. Sisanya masih melihat situasi dan pangsa pasar, dengan pertimbangan kondisi yang belum stabil," katanya kepada TribunJatim.com.

Terdata di Lamongan terdapat kurang lebih 16.500 UMKM dan rata-rata bergerak di bidang olahan makanan, minuman, konveksi hingga kerajinan.

Untuk mendorong kebangkitan pelaku UMKM di masa transisi new normal, Disperindag Lamongan membantu menata pemasaran produk yang dihasilkan para pelaku UMKM.

Juga membantu mengontak lagi buyer-buyer yang sebelumnya pernah kerjasama dengan para pelaku UMKM.

"Selain itu juga mencari buyer-buyer baru melalui media online," pungkasnya.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved