Berita Arema FC

Soal Renegosiasi Kontrak, Pelatih Kiper Arema FC Sebut Rasa Hormat Lebih Bernilai Dibanding Uang

Berlapang dada dan legowo menjadi pilihan Felipe Americo Pelatih kiper Arema FC dalam menghadapi renegosiasi kontrak yang terjadi di Arema FC.

TRIBUNJATIM.COM/HAYU YUDHA PRABOWO
Jajaran pelatih Arema FC, dari kiri: asisten pelatih Singgih Pitono, asisten pelatih Charis Yulianto, pelatih kepala Mario Gomez, pelatih fisik Marcos Gonzales, pelatih kiper Felipe Americo, dan asisten pelatih Kuncoro saat diperkenalkan pada wartawan di Kantor Arema FC, Kamis (16/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Berlapang dada dan legowo menjadi pilihan Felipe Americo Pelatih kiper Arema FC dalam menghadapi renegosiasi kontrak yang terjadi di Arema FC.

Seperti diketahui, gaji pemain dan pelatih saat kompetisi berjalan kembali September atau Oktober mendatang, gaji mereka berkurang 50 persen dari kontrak awal.

Ini terjadi karena dampak wabah Corona yang membuat klub merugi.

Pakar Psikologi Universitas Ciputra Surabaya: Sikapi Fenomena Pengambilan paksa Jenazah Covid-19

Derita Ashanty di Awal Jadi Istri Anang, Dicap Ngerebut dari KD, Ayah Aurel Kasihan: Paling Kejam!

Terkait renegosiasi kontrak, pelatih kiper asal Brasil itu mengaku hingga kini pihaknya belum diajak berbicara langsung oleh manajemen, namun dirinya sudah tahu dan paham akan hal ini.

"Saya belum di undang untuk berbicara langsung dengan manajemen, tetapi saya mengetahui kondisi gaji dan saya telah memberi tahu manager bahwa saya menerima dan ingin tetap membantu klub ini," kata Felipe Americo pada TribunJatim.com, Kamis (25/6/2020).

Tak Kunjung Tangkap Pelaku Penganiayaan Rekannya, Kelompok Driver Online Berencana Aksi Turun Jalan

Warkop di Sidoarjo Belum Taati Protokol Covid-19, Warga Bandel Nongkrong Abaikan Physical Distancing

Felipe mengungkapkan, dirinya menerima apapun keputusan dari manajemen karena terlepas soal besaran gaji yang bakal diterima nantinya setelah renegosiasi, kecintaan Felipe pada Singo Edan jauh lebih besar.

"Arema percaya pada saya dalam bekerja, sampai mereka membawa saya dari Brasil untuk melatih para kiper di klub ini. Saya tidak bisa meninggalkan mereka yang telah merangkul saya," ujarnya.

Tak Terima Akses ke Perusahaan Ditutup Pemkab, Pengusaha Gresik Wadul ke Dewan, Begini Hasilnya

"Saya juga memiliki komitmen terhadap penjaga gawang saya, yang harganya lebih dari uang. Rasa hormat dan terima kasih tidak ternilai harganya," tambah mantan pelatih kiper Barito Putera itu

Penulis: Dya Ayu
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved