Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

VIRAL 4 Pemuda Bawa Paksa Jenazah Positif Covid-19 di Surabaya, Kondisinya Kini Reaktif, Tunggu Swab

Kondisi empat pemuda pembawa paksa jenazah pasien positif Covid-19 di Surabaya kini dinyatakan reaktif.

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Arie Noer Rachmawati
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Video keluarga membawa paksa pasien meninggal Covid-19 dari rumah sakit viral di media sosial, Juni 2020. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Belum usai perkara hukum yang akan menjerat empat pelaku pembawa paksa jenazah Covid-19 dari RS Paru Pegirian Surabaya, kabar buruk kembali menerpa keempatnya.

Hasil rapid test keempat pelaku itu dinyatakan reaktif. Keempat pemuda itu akhirnya hanya bisa menyesali perbuatannya.

Mereka adalah MI (28), MA (25), MK (23), dan MB (22).

Daftar 31 Provinsi di Indonesia dengan Transmisi Lokal Covid-19, Jawa Timur Ada 8 Kabupaten

Polisi masih akan memastikan kondisi kesehatan para pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu dikonfirmasi Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum.

"Kami masih menunggu hasil tes swabnya. Apakah positif atau negatif Covid-19. Sedangkan untuk rapid test, para tersangka ini sudah reaktif," kata AKBP Ganis Setyaningrum, Kamis (25/6/2020).

Tak Ada Pria di Dalamnya karena Benci, Suku Wanita di Pedalaman Amazon Punya Cara Brutal Dapat Anak

Terkuak Identitas Mayat Wanita Dibuang di Jurang Pacet, Polisi Sebar Tim, Cari Barang Bukti-Saksi

Keempat tersangka itu akan melakukan tes swab di RS Paru Karang Tembok Surabaya.

Setelah tes swab nanti, mereka akan dikarantina di RS Bhayangkara Polda Jatim sampai hasil tes swab mereka diketahui.

Meski begitu, Ganis menegaskan kasus tersebut akan terus berlanjut sampai para tersangka mendapat kepastian hukum atas tindak pidana yang dilakukannya.

Nasib 20 Orang Klaster Pernikahan di Semarang, Ibu & Adik Tewas Covid-19, Keluarga: Sesuai Protokol

"Jadi kasusnya tetap berjalan. Kita tunggu sampai. Untuk para tersangka dijerat undang-undang tentang wabah penyakit dengan ancaman tujuh tahun penjara karena perbuatannya mengambil paksa jenazah Covid-19," tegas Ganis.

Tak hanya itu, Ganis menyrbut jika kasus hukum keempat tersangka itu harus ditegakkan agar menjadi contoh bagi masyarakat lain dan tak mengamini kejadian serupa terjadi lagi.

"Jangan ada lagi kasus serupa karena merugikan bagi diri sendiri dan orang lain yang terpapar. Karena ini menyangkut kesehatan dan hidup orang banyak," tandasnya.

Arahan Khusus Menkes Kasus Covid-19 di Jatim dan Surabaya Tak Makin Tambah, Ingatkan 1 Hal Penting

Penulis: Firman Rachmanudin

Editor: Arie Noer Rachmawati

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved