Virus Corona di Malang
Sektor Keuangan Positif, OJK Malang Jadikan New Normal Era Optimisme Kinerja: Tetap Waspada Covid-19
3 bulan melawan virus Corona. Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri sebut new normal era optimisme kinerja sektor keuangan di Malang.
Penulis: Aminatus Sofya | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mendorong sektor riil di Malang untuk kembali bergerak di era kenormalan baru atau new normal.
Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri menerangkan, kembali bergerak di era kenormalan baru adalah pilihan logis setelah tiga bulan berperang melawan virus Corona ( Covid-19 ).
Apalagi, kinerja sektor keuangan di Malang menujukkan tren positif dan profil risiko terkendali.
• Hendak Tidurkan Anaknya, Ibu Ini Malah Ketiduran, Paman Syok Lihat Ada yang Mengambang di Kolam Ikan
• Ashanty Ngaku Tak Boleh Gantikan KD untuk Aurel-Azriel, Istri Anang Hermansyah: Aku Gak Ambil Hati
“Era ini harus dipandang sebagai era untuk optimisme. Kami mengimbau kepada seluruh Lembaga Jasa Keuangan untuk menjalankan operasional dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ucap Sugiarto, Sabtu (27/6/2020).
Dia menyampaikan pada posisi April 2020, kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang tumbuh sebesar 7,65 persen secara yoy.
Sementara piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 4,81 persen yoy.
• BERITA TERPOPULER JATIM: Asmara Terlarang Bu Dokter Pasuruan hingga Covid-19 Jatim Salip Jakarta
• Pastikan Pelayanan Ibu Hamil Optimal di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkot Surabaya Gandeng 5 RS Khusus
Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 9,67 persen secara yoy. Kemudian sampai tanggal 31 Mei, OJK mencatat investor Pasar Modal sebanyak 59.268 investor atau meningkat sebesar 56,55 secara yoy.
“Nilai transaksi saham sebesar Rp2,01 T atau meningkat sebesar 25,31% secara yoy. Nilai penjualan reksa dana sebesar Rp294 M dan USD22.447 atau meningkat sebesar 10,63 persen,” jelasnya.
Sugiarto menyampaikan profil risiko perbankan pada posisi April 2020 masih terkendali dengan rasio non performing loan (NPL) gross sebesar 3,24 persen.
Sementara indikator likuiditas perbankan tercermin baik karena Loan to Deposit Ratio (LDR) masih diangka 74,45 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa dana masyarakat yang tersimpan di bank tidak seluruhnya disalurkan ke kredit namun juga digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh lembaga keuangan tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan saat beroperasi. Sebab pandemi Covid-19 belum berakhir.
“Jangan lupa menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak, istirahat yang cukup dan ikuti protokol kesehatan yang tepat,” tutupnya.
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Heftys Suud