Pengamat Hukum: Sudah Tepat Tempuh Jalur Hukum, Pembakaran Bendera PDIP Bentuk Penghinaan Parpol

Pengamat hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Sujatmoko menilai pembakaran bendera PDI Perjuangan dalam aksi massa di depan Gedung DPR, Rabu

Ist
Ilustrasi 

 
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengamat hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Sujatmoko menilai pembakaran bendera PDI Perjuangan dalam aksi massa di depan Gedung DPR, Rabu 24 Juni lalu, layak dibawa ke ranah hukum.

Menurut Sujatmoko ada unsur kesengajaan dalam aksi tersebut karena bendera PDIP dibawa demonstran dan sudah dipersiapkan. Bukan sudah ada di tempat itu.

Daripada menggelar aksi jalanan yang berlarut-larut dalam meyikapi insiden pembakaran bendera tersebut, langkah PDIP menempuh jalur hukum dinilai sudah tepat.

"Saya rasa sangat pas, PDIP menuntut secara hukum. Karena bendera adalah lambang partai politik. Jadi sama saja melakukan penghinaan terhadap partai politik," kata Sujatmoko, Minggu (28/6/2020).

Apalagi sebagai partai besar dan sudah malang melintang dalam pergulatan politik, PDIP diakui secara konstitusional undang-undang.

Kutuk Keras Pembakaran Bendera PDIP di Jakarta, PDIP Surabaya Minta Kader Pasang Bendera di Rumah

Ketua DPD RI, LaNyalla : Lima Sila Sudah Final, Agama Bukan Ancaman Pancasila

Tiara Idol Tampil di Konser Kenang Didi Kempot, Yan Vellia Ramai Dituntut soal Dory Harsa: Kuasa Apa

Sehingga pembakaran bendera sama saja masuk dalam kasus penghinaan terhadap partai politik.

Saat ini menurut Sujatmoko, semua pihak hanya tinggal menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. Apakah pembakaran bendera tersebut ada pihak yang mendalangi, atau sikap spontan dari demonstran.

"Sekali lagi, kalau bendera itu di bawa oleh demonstran. Ada kecurigaan punya motif kesengajaan dari demonstran," pungkasnya.

Seperti diketahui, aksi pembakaran bendera PDIP terjadi di tengah demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung DPR, Rabu (24/6) lalu.

Belum diketahui siapa yang membakar bendera PDI Perjuangan. Saat itu yang diakui oleh massa pendemo, yang dibakar adalah bendera bergambar palu arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

PDIP Kota Surabaya sendiri sudah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolrestabes Kota Surabaya, Jumat 26 Juni 2020 lalu.

Pelaporan yang sama dilakukan PDIP di berbagai daerah, termasuk DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebelumnya mengeluarkan Perintah Harian tertanggal 25 Juni 2020. Salah satu pointnya menegaskan, PDI Perjuangan akan menempuh jalur hukum terkait pembakaran bendera partainya itu.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved