Mencegah Stres Pasien Anak, Tagana Bikin Taman Bermain di Tempat Karantina Covid-19 Tulungagung
agana) Tulungagung membuat taman bermain anak, di tempat karantina Covid-19, Rusunawa IAIN Tulungagung.
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Tulungagung membuat taman bermain anak, di tempat karantina Covid-19, Rusunawa IAIN Tulungagung.
Tempat bermain ini dibuat di halaman tengah, terpisah dari bangunan karantina. Di atasnya ditutup dengan paranet sehingga bisa menghalangi sinar matahari.
Tempat ini dikhususkan untuk anak-anak yang menjalani karantina.
"Ternyata sudah ada 28 anak yang menjalani karantina di sini. Dan alhamdulillah, hari ini menyisakan empat anak," ujar Imam Syafi’i, Koordinator Tim Dukungan Psikososial Tagana Tulungagung.
Selama ini para pasien anak tidak ada tempat untuk bermain. Mereka memang mendapat mainan dari sumbangan para donatur.
Namun tidak ada tempat khusus bagi mereka untuk bermain bersama dan melakukan sosialisasi.
"Kalau orang Jawa bilang, tidak ada tempat kipu (bermain pasir). Karena donasi mainan sangat banyak, kami buatkan taman bermain," sambung Imam.
• Fakta Mengejutkan di Surabaya, Banyak Pasien Covid-19 di Perumahan Mewah, Pemkot: Diisolasi Khusus
• KBS Kembali Buka Pada Awal Juli, Pengelola Batasi Pengunjung dan Jam Operasional
• Polresta Malang Kota Berikan SIM Gratis Kepada 74 Warga Kota Malang
• Tingkah Janggal Pembakar Mobil Via Vallen di Kantor Polisi, Ngelantur & Tak Tenang, Motif Terungkap?
Tempat bermain ini bertujuan membantu anak agar tidak stres selama menjalani karantina.
Dengan menyediakan sarana bermain, anak-anak diharapkan tidak sedang dalam karantina, melainkan pindah tempat bermain.
Khusus untuk pasien remaja, Tagana memberikan sejumlah buku bacaan.
"Ada satu pasien anak yang sudah remaja, kami berikan buku bacaan Meneladani Sifat Rasulullah. Kebetulan dia dari pondok pesantren," tutur Imam.
Taman bermain ini juga dihias layaknya tempat yang nyaman untuk anak-anak.
Ada bola maupun boneka yang digantung untuk hiasan.
Ada pula alas duduk yang dipakai anak-anak bermain dengan mainannya masing-masing.
Tempatnya juga sangat luas, sehingga tidak sampai berjubel.
Orang tua pasien anak pun bisa ikut menunggui di dalamnya. (David Yohanes/Tribunjatim.com)