Fakta Mengejutkan di Surabaya, Banyak Pasien Covid-19 di Perumahan Mewah, Pemkot: Diisolasi Khusus
Saat ini kasus Covid-19 di Surabaya mulai banyak terjadi di perumahan mewah yang ada di kota pahlawan.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Saat ini kasus Covid-19 di Surabaya mulai banyak terjadi di perumahan mewah yang ada di kota pahlawan.
Hal itu diketahui, dari hasil tracing yang dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya.
"Berdasarkan tracing, akhir-akhir ini diketahui bahwa ditemukan pasien confirm di perumahan-perumahan mewah," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara.
• Staf Dinkes Sampang Meninggal Positif Covid-19, Suami Pilu Beber Kronologi: Mudah-mudahan Tidak Lagi
• Tingkat Kesembuhan Pasien di RS Lapangan Covid-19 Jawa Timur 70%, Hari Ini Total 192 Fix Negatif
• New Normal Yamaha Jatim, Pastikan Konsumen Aman Nyaman di Dealer dengan Protokol Covid-19 Ketat
Menurut Febri, ada beberapa indikasi tertularnya para penghuni perumahan mewah ini. Bisa karena mobilitas mereka yang baru datang dari daerah lain.
Jadi penularannya banyak terjadi dalam perjalanan dari suatu daerah. Temuan itu merupakan rata-rata jawaban yang diberikan saat dilakukan tracing oleh Gugus Tugas.
"Tracing yang dilakukan, ada beberapa jawaban dari pasien yang diberikan seperti itu," terangnya.
Pemkot pun langsung bergerak.
Kata Febri, pihaknya juga bersama jajaran Muspika Kecamatan setempat, langsung memberikan surat ke rumah yang bersangkutan agar segera melakukan isolasi. Tentunya, nanti juga bakal dilakukan pengawasan intensif.
Selain itu, juga dibujuk agar bagaimana caranya bisa diisolasi khusus.
Di Asrama Haji misalnya, yang diperuntukkan untuk pasien OTG.
Itu karena sebelumnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat mengatakan jika sudah ditemukan pasien confirm bisa dipisahkan agar tidak menulari anggota keluarganya yang lain.
"Memang kami mencoba untuk komunikasi, bagaimana caranya, keluar dari rumah tersebut agar tidak menularkan ke anggota keluarganya," terang Febri