Soal Risma Sujud di Depan dr Sudarsono, Ketua DPRD Surabaya: Tak Ingin Warga Surabaya Disalahkan

Aksi sujud Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di depan Ketua Pinere RSUD dr Soetomo, dr Sudarsono mendapatkan respon dari berbagai pihak.

Yusron nauval/tribunjatim.com
Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, 2019. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aksi sujud Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di depan Ketua Pinere RSUD dr Soetomo, dr Sudarsono mendapatkan respon dari berbagai pihak.

Menurut Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, apa yang dilakukan Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, adalah aksi spontan permintaan maaf sebagai pemimpin ketika ada sebagian masyarakat yang belum taat protokol kesehatan, sehingga membuat para tenaga medis di RSUD dr Soetomo milik Pemprov Jatim kewalahan.

”Kan itu konteks pertemuannya, para dokter meminta masyarakat disiplin. Kalau di hulu atau di masyarakatnya disiplin, di hilir alias penanganan kuratifnya di rumah sakit bisa dikelola dengan baik, tidak overload. Nah saya rasa karena itu Bu Risma itu minta maaf karena belum bisa membuat semua warga disiplin taat protokol kesehatan,” ucap Adi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (30/6/2020).

Kisah Kapolri yang Dicopot Soeharto, Bermula Ungkap Perkosaan, Pesan Sang Ibu Bikin Tenang

BPJS Surabaya Layani Klaim Verifikasi Penanganan Covid-19 di 28 RS : Sejauh Ini Tidak Ada Masalah

Menurut Adi, sebagai pemimpin, sikap Risma itu merupakan sikap yang baik.

”Semua kesalahan yang mungkin warga lakukan terkait ini, dia yang tanggung. Jadi tidak menyalahkan masyarakat, tapi meminta maaf karena belum semua warga taat protokol kesehatan," ujar Adi.

"Bu Risma tidak ingin warganya yang disalahkan. Maka beban itu dia tanggung di pundaknya. Pemimpin kan memang harus begitu,” imbuhnya.

Adi yang juga Ketua DPC PDIP ini melihat permintaan maaf Risma lewat aksi sujud adalah bentuk tanggung jawab moralnya sebagai pemimpin karena belum bisa membantu optimal ke RSUD dr Soetomo karena permasalahan wewenang.

Terekam CCTV Pria Embat Kursi Pasien di Puskesmas Mojokerto, Bawa Pakai Motor Matic, Lihat Aksinya

Sinopsis Yeh Teri Galiyan Episode 121 Rabu, 1 Juli 2020, Serial India Tayang di ANTV

”Saya melihatnya itu sebagai bentuk permintaan maaf Bu Risma, bahwa dia sudah mencoba membantu, tapi kan tidak bisa masuk ke RSUD Dr. Soetomo karena bukan wewenangnya,” ujar Adi.

Seperti diketahui, Risma melakukan aksi sujud di depan para dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) saat audiensi kemarin.

Halaman
12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved