Musim Pembagian Bansos Kota Kediri, Pendatang Musiman Bermunculan, RT/RW Sempat Pusing Hadapi Warga
Musim pembagian bansos membuat warga pendatang musiman di Kota Kediri bermunculan. RT/RW pusing hadapi warga yang tiba-tiba hadir ketika ada bantuan.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Didik Mashudi
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Musim pembagian bantuan sosial ( bansos ) membuat warga pendatang musiman di Kota Kediri banyak yang bermunculan.
Sehingga data warga penerima Kartu Santunan Bencana Tunai ( Kartu Sahabat ) semakin bertambah.
Data Kantor Dinas Sosial Kota Kediri pada tahap pertama penerima Kartu Sahabat, ada 13.089 paket keluarga penerima manfaat (KPM).
Pada pembagian tahap kedua jumlahnya melonjak menjadi 22.774 paket KPM.
Rinciannya, Kecamatan Kota 7.174 KPM, Kecamatan Mojoroto 8.780 KPM, dan Kecamatan Pesantren sebanyak 6.820 KPM. Sehingga ada tambahan 9.685 paket KPM.
Warga penerima Kartu Sahabat ini mendapatkan bansos berupa beras 10 kg dan uang tunai Rp 200.000.
• UPDATE CORONA di Kabupaten Kediri Kamis 2 Juli, Tambah 3 Kasus Positif, Satu dari Klaster Pasuruan
• Raih Destana Award, Kelurahan Ketami Kediri Dapat Hadiah Kentongan Berukir hingga Uang Pembinaan
Warga yang belum mendapatkan bantuan tahap pertama banyak mendatangi RT dan RW maupun kelurahan untuk mendaftar secara mandiri.
Martono, perangkat Kelurahan Burengan menuturkan, ada warga yang tidak pernah terlihat, tahu-tahu menuntut haknya untuk mendapatkan bansos.
"Jadi seperti pendatang musiman, musim bansos,” ungkapnya, Kamis (2/7/2020).
Beberapa warga memang ada yang memiliki KTP Kota Kediri, namun domisili tidak di Kota Kediri.
RT/RW sempat pusing menghadapi warga yang tiba-tiba hadir ketika ada bantuan.
• Istri Penjegal ODGJ di Tulungagung hingga Meninggal Ajukan Praperadilan ke Kapolres dan Kajari
• Target PAD Kota Blitar Turun Rp 66 M Akibat Pandemi Covid-19, Tiga Bulan Nyaris Tak Ada Kegiatan
Namun mereka tetap didata sebab tidak ada larangan bahwa warga ber-KTP di Kota Kediri, tapi domisili tidak tetap.
Warga yang demikian juga mendapatkan haknya termasuk Kartu Sahabat.
Menurut Martono, tak mudah dan perlu waktu untuk membuat sinkron data ribuan penerima bansos agar tidak ada yang mendapatkan dobel, namun ada warga yang sama sekali tidak mendapatkan.