Breaking News:

Virus Corona di Sampang

Tenaga Medis Sampang Butuh Pelatihan Operasikan Alat PCR, Khawatir Tanpa Pengalaman Malah Bahaya

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sampang, Madura masih akan mengkursuskan tenaga analis mengoperasikan alat PCR.

ISTIMEWA
Alat laboratorium PCR untuk menguji sampel tes swab. 

TRIBUNMADURA.CO, SAMPANG – Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sampang, Madura masih akan mengkursuskan tenaga analis untuk mengoperasikan alat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Melalui Koordinator pengoperasian alat PCR dari salah satu dokter RSUD dr Mohammad Zyn Sampang, Siti Khotimah mengatakan, perlu adanya pelatihan yang harus dijalankan oleh tenaga analis.

Sebab, para tenaga analis masih belum memiliki pengalaman dalam menjalankan alat PCR sehingga, dikhawatirkan malah membahayakan diri mereka sendiri bila dioperasikan secara paksa.

Jatim Terima Bantuan 100 Ribu Tablet Obat Avigan, Khofifah Optimistis Kasus Covid-19 Bisa Turun

“Kami saat ini masih proses untuk mengurus pelatihan, apalagi pelatihan akan dilakukan di Surabaya, jadi istilahnya kami mengirim tenaga analisis ke sana,” ujarnya kepada TribunJatim.com, Jumat (3/7/2020).

Ia menambahkan, di sisi lain dirinya masih menunggu anggaran untuk menjalankan pelatihan karena anggaran yang dimiliki RSUD dr Mohammad Zyn belakangan ini banyak diserap oleh perawatan pasien di ruang isolasi BLK.

“Biaya pelatihan ini bisa Rp 10 juta, belum lagi uang sakunya, uang makan, dan penginapan,” terangnya.

Inikah Pesan Terakhir Aleesya untuk Laudya? Diposting Erra Fazira, Panggilan Khusus Bella Terekspos

Bukti Cinta Irwan Mussry, Kirim Bahan Dapur Harga Selangit hingga Romantis Diam-diam, Maia Bahagia

“Untuk waktu pelatihannya bisa saja 10 hari, tapi tergantung dari sana, ini saya mau menghubungi pihak Surabaya untuk membuat surat pengajuan magang,” imbuh dia.

Lebih lanjut, terkait jumlah tenaga analis yang akan mengikuti pelatihan, dirinya juga masih belum menentukan jumlahnya.

Namun, tenaga analis yang dimiliki saat ini 13 orang dan ditambah pengajuan tenaga analis ke Dinas Kesehatan Sampang sebanyak tiga orang.

“Untuk mengoperasikan alat PCR kita membutuhkan banyak tenaga analis karena jam kerjanya nanti secara shift,” pungkasnya.

7 Puskesmas di Sampang Ditutup Imbas Pandemi Corona, Banyak Tenaga Medis Kena Covid-19 Seusai Swab

Penulis: Hanggara Syahputra

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved