Breaking News:

Berita Hoaks Bujuk Masyarakat Tarik Dana dari Perbankan, OJK Jatim: Masyarakat Perlu Waspada

berita hoaks menghasut masyarakat untuk menarik dananya dari perbankan, OJK Jatim menegaskan bahwa hal itu tak benar dan mengajak masyarakat waspada.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
poster himbauan OJK akan bahaya terkait hoax di sosial media yang mengajak untuk melakukan penarikan dana di perbankan. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menanggapi banyaknya berita hoaks yang menghasut masyarakat untuk menarik dananya dari perbankan, OJK Jatim menegaskan bahwa hal itu tidak benar dan mengajak masyarakat untuk waspada.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi.

"Adanya informasi terkait ajakan kepada masyarakat untuk menarik dananya dari Perbankan adalah hoaks," kata Bambang Mukti, Selasa (4/7/2020) di Surabaya.

HOAKS Ajakan Penarikan Dana di Bank Beredar di Medsos, OJK Minta Warga Waspada, Ini Penjelasannya

Respons OJK Regional 4 Soal Aksi Protes Driver Online, Singgung Mediasi Debitur-Lembaga Keuangan

Menurutnya, berdasarkan data OJK per Mei 2020 kondisi permodalan dan likuiditas perbankan dalam kondisi aman. Rasio permodalan CAR sebesar 22,16%.

Sementara itu hingga 17 Juni 2020 rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) tercatat sebesar 123,2% dan 26,2% yang jauh di atas threshold sebesar 50% dan 10%.

Dan sejalan dengan kondisi perbankan nasional, secara umum perbankan di Jawa Timur juga menunjukkan kinerja yang positif sehingga dapat melayani kebutuhan transaksi masyarakat dengan baik, tercermin dari kecukupan modal yang tinggi dan likuiditas yang memadai.

Posisi Mei 2020, rasio CAR bank umum yang berkantor pusat di Jawa Timur sebesar 22,10% dan rasio LDR sebesar 80,78%. Kemudian hingga 17 Juni 2020, rasio AL/NCD dan AL/DPK bank umum berkantor pusat di Jawa Timur juga masih terkendali masing-masing sebesar 119,6% dan 26,4%.

Tekait terhadap pihak-pihak yang berupaya menyebarkan informasi hoax ini, ia mengatakan OJK telah melaporkan kepada Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) agar segera diusut dan ditindak sesuai ketentuan karena telah menyebabkan keresahan dalam masyarakat.

"Para penyebar hoax terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yaitu diancam hukuman penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar," tegasnya.

Ia juga mengatakan, menyimpan uang tunai di rumah atau di luar sistem Perbankan justru mendatangkan risiko tersendiri.

Untuk itu, lanjutnya, mari sama-sama menjaga sistem keuangan dan Perbankan nasional, agar dapat memberikan layanan dan manfaat lebih baik bagi seluruh elemen masyarakat.

"Berkaca dari kondisi itu semua, maka masyarakat Jawa Timur saya harapkan untuk tidak panik dan senantiasa memastikan segala informasi keuangan yang diterima merupakan informasi yang benar dan valid sebelum menyebarkannya, dan jika memang menemui informasi terkait ajakan penarikan dana di bank silakan langsung menghubungi Kontak OJK di nomor 157 atau layanan Whatsapp resmi 081157157157 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," jelasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved