Kiprah Garis Edelweiss, Seniman Drawing Spesialis Media Pensil Asal Pasuruan
Meskipun sempat kesulitan bahkan putus asa, Garis Edelweiss berhasil merampungkan 4 karya drawing pertamanya dan dipamerkan di Kota Batu pada 2012.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu
TRIBUNJATIM.COM - Seni gambar atau drawing tidak bisa terlepas dari Garis Edelweiss (36), seniman asal Pasuruan, Jawa Timur.
Memiliki bakat menggambar sejak kecil, pria bernama asli Garis Kabe Muslim ini mulai aktif dalam dunia seni rupa sejak 2012 silam.
"Edelweiss sendiri nama julukan. Sebelum terjun ke dunia drawing, pernah buka studio desain kecil-kecilan namanya Edelweiss Design. Nah, dari situ banyak yang manggil Garis Edelweiss, dipakai sampai sekarang," katanya kepada TribunJatim.com, Sabtu (4/7/2020).
Pada 2011 akhir, ia mulai diajak oleh Wahyu Nugroho, seorang seniman drawing yang juga pendiri Komunitas Guru Seni dan Seniman Pasuruan (KGSP), untuk terlibat dalam sebuah pameran.
"Waktu itu belum pernah drawing, sebelumnya lebih ke karya komersil seperti desain kaus, poster, dan lain-lain. Waktu itu sempat ragu, karena karyanya juga pakai media kanvas," kata pria kelahiran 4 September ini.
Meskipun sempat kesulitan bahkan putus asa, Garis akhirnya berhasil merampungkan empat karya drawing pertamanya dan dipamerkan di Kota Batu, Jawa Timur, pada 2012.
• Idul Adha saat Pandemi Covid-19, Penjual-Penyembelih Hewan Kurban Harus Punya Surat Keterangan Sehat
"Melihat respons apresian di sana serta teman-teman Pasuruan yang tertarik, akhirnya terus lanjut ikut pameran kedua, ketiga, dan selanjutnya. Semakin jatuh cinta sama drawing," ujar Garis menguraikan.
Ingin Khatamkan Media Pensil
Meskipun dari kecil suka gambar, tapi tak pernah dulu ia terpikirkan untuk bercita-cita menjadi seorang seniman.
"Dulu sekadar suka saja, untuk mengisi waktu kosong. Arahnya nggak sampai ke cita-cita harus jadi seniman," katanya.
Hampir semua karya-karya Garis menggunakan media pensil, baik di atas kertas maupun kanvas.
Ia mengatakan memang sedari awal berkarya, pensil menjadi media yang kerap ia gunakan.
"Saya berpikir untuk khatam dulu sama pensil sebelum memutuskan ke media lain. Saya habiskan dulu, karena merasa belum ada pencapaian di sini," ungkapnya.
• Masa Pandemi Covid-19, Dimanfaatkan Pemuda Tulungagung Ini Meraup Uang Dengan Melukis Sepatu
Secara teknis, dari waktu ke waktu karyanya mengalami perubahan. Mulai dari bentuk arsiran sampai objek yang ia usung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/seniman-asal-kota-pasuruan-garis-edelweiss-berpose-di-depan-karyanya-garis-kerap-gunakan-pensil.jpg)