Kiprah Garis Edelweiss, Seniman Drawing Spesialis Media Pensil Asal Pasuruan
Meskipun sempat kesulitan bahkan putus asa, Garis Edelweiss berhasil merampungkan 4 karya drawing pertamanya dan dipamerkan di Kota Batu pada 2012.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Dwi Prastika
"Dalam prosesnya ada semacam style yang berubah, mungkin arsiran lebih halus, tema juga berubah. Sekarang gaya saya merembet ke surealis," ia menguraikan.
Sampai saat ini, ia masih sangat tertarik dengan hasil yang diciptakan dari goresan pensil.
"Masih tertarik dengan hitam putih, seperti ada sesuatu yang misterius. Menimbulkan efek dramatis seperti sesuatu yang kabur. Menurut saya monokrom menghadirkan kesan yang sedikit menusuk," kata Garis.
Tapi bukan berarti ia tidak tertarik dengan warna.
Beberapa karyanya juga di-mix dengan warna, meskipun teknis dasarnya tetap drawing.
"Beberapa tahun ini bereksplorasi, misalnya pakai media triplek yang sudah ada catnya, saya timpa dengan goresan bulpoin warna merah atau biru," katanya menguraikan.
• Terungkap Keberadaan Sosok Bapak yang Hilang di Gambar Biskuit Kaleng Khong Guan, Bukan Memotret
Pensil juga mudah didapatkan. Garis menyarankan bagi yang ingin belajar, bisa memulai dengan menggunakan media ini.
"Selain itu harganya juga murah. Medianya bisa di mana saja. Bisa di kayu, kertas, dinding, tidak terbatas medianya. Ini yang saya suka," tandasnya.
Di mata Garis, drawing sudah menjadi bagian dari hidup. Proses menggambar mengajarkannya banyak hal, termasuk kesabaran.
"Drawing membutuhkan porses step by step yang cukup detail, ini menguji kesabaran. Selain itu juga melatih kepekaan, misalnya merespons permasalahan lingkungan. Drawing penting banget buat saya," kaya Garis.
Editor: Dwi Prastika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/seniman-asal-kota-pasuruan-garis-edelweiss-berpose-di-depan-karyanya-garis-kerap-gunakan-pensil.jpg)