Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Syarat UTBK SBMPTN 2020 Wajib Rapid Test, Kata Pakar Tak Efektif, Cukup Disiplin Protokol Covid-19

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mewajibkan UTBK SBMPTN 2020 untuk menunjukkan hasil rapid test non reaktif atau tes swab negatif.

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
SYARAT UTBK - Ratusan calon mahasiswa saat akan menjalani rapid tes di Klinik Modern Dasa medika, Jl Diponegoro, Jumat (3/7/2020). Pemerintah Kota Surabaya mewajibkan calon mahasiswa mengantongi hasil status negatif Covid-19 saat akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020, mengakibatkan tempat laboratorium klinik ramai dipadati calon mahasiswa. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keputusan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mewajibkan UTBK SBMPTN 2020 untuk menunjukkan hasil rapid test non reaktif atau tes swab negatif mendapat respons dari berbagai kalangan.

Setelah TribunJatim.com melakukan penelusuran kepada beberapa peserta UTBK, peraturan tersebut dinilai memberikan beban.

Pasalnya, aturan yang di keluarkan pada 2 Juli itu dianggap mendadak karena jarak rapid test dengan waktu pelaksanaan UTBK yang terbilang mepet.

Sebaran Covid-19 Masih Tinggi, Satpol PP Kota Kediri Imbau Acara Gantangan Burung Dihentikan

Satu di antara peserta UTBK Universitas Airlangga Surabaya Jurusan Psikologi, Achmad Anfasa mengaku merasa kebingungan dengan munculnya peraturan hasil rapit test non reaktif sebagai syarat UTBK.

"Sebelumnya (saat sebelum ada aturan test rapid) saat pendaftaran UTBK itu saya tanya kepada panitia 'pakai test rapid nggak pak' mereka bilang tidak diwajibkan, eh tiba-tiba kemarin tanggal 2 dikabarin test rapid jadi syarat wajib ikut UTBK," ujar calon mahasiswa dari Surabaya saat melakukan rapid test di Klinik Modern Dasa Medika Surabaya, Sabtu (4/7/2020).

Tak hanya itu, ia juga merasa kesusahan saat mencari tempat untuk melakukan rapid test yang murah.

VIRAL Kisah Pasangan Awalnya Dikira Sejenis, Semua Terbantah saat Nikah, Si Cewek Disoroti: Pangling

Ashanty Bangga Single Aurel Trending YouTube, Bocorkan Peran Besar Anang Hermansyah: Diomelin Terus

"Saya nanya-nanya teman di mana rapid test yang paling murah, jadi saya tanya yang sudah-sudah test rapid, ditambah lagi saya awalnya takut ngomong sama orangtua, karena harus keluar uang yang tidak sedikit untuk tes," ujarnya.

Sementara itu, dr Shelivia Destiana selaku Dokter Umum yang bertugas untuk melakukan test terhadap mahasiswa menilai rapid test ini tidak efisien untuk dilakukan.

"Menurut saya sih tidak efisien karena sebetulnya dengan menerapkan phisycal distancing saat ujian saya rasa itu sudah cukup. Mungkin karena jumlah kasus di Surabaya tertinggi dibanding daerah lain (black zone) yang membuat aturan ini kemudian diberlakukan," ungkap dr Shelivia.

Beredar Kabar Whisnu Sakti Buana Dapat Rekom PDIP di Pilkada Surabaya 2020, WS Buka Suara: Belum Ada

"Saya tidak bisa menjamin, karena rapid test sebetulnya hanya screnning awal, tingkat akurasinya hanya 30-40 persen," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: Zainal Arif
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved