Cerita Pilu Ojol di Gresik, Tak Dapat Bantuan Hingga Tidur di Warkop Untuk Cukupi Kebutuhan Keluarga

Abdul Jalil (48), warga Desa Tenggor Kecamatan Balongpanggang terpaksa tidur di warung kopi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Penulis: Sugiyono | Editor: Taufiqur Rohman
TRIBUNJATIM.COM/SUGIYONO
OJEK ONLINE - Abdul Jalil menunjukan kartu keluarga saat menunggu penumpang di warung kopi, Jalan Raya Permata, Kebomas, Minggu (5/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIKAbdul Jalil (48), warga Desa Tenggor Kecamatan Balongpanggang terpaksa tidur di warung kopi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam bekerja sebagai pengemudi ojek online.

Sebab, selama pandemi coronavirus disease (Covid-19) pendapatan menurun drastis hanya cukup untuk makan, Minggu (7/4/2020).

Pekerjaan sebagai pengemudi ojek online sejak 2018 diambil lantaran tidak ada pekerjaan lain yang bisa ditekuni, sebab dirinya tidak memiliki lahan sawah.

Menurut Jalil, pendapatannya turun drastis selama pandemi Covid-19, sebab masyarakat dianjurkan bekerja dari rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Contoh Kunci Jawaban & Soal Tes TPS UTBK SBMPTN 2020 tentang Penalaran Umum, Link Download di Sini

PDIP Sambut Baik Kedatangan Gerindra Perkuat Koalisi Sanus-Didik

“Akhirnya, selama beberapa bulan ini pendapatan hanya cukup untuk makan sehari. Terkadang untuk beli bensin sudah tidak cukup. Ya pendapatan sekitar Rp 10.000 sampai Rp 15.000 sehari,” kata Jalil, yang mempunyai dua anak.

Bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Jalil terpaksa harus tidur di warung kopi.

Dan baru pulang jika sudah ada kebutuhan untuk keluarga.

Bahkan, untuk mencukupi biaya sekolah anaknya yang akan masuk SMA sebesar Rp 1,625 juta belum ada.

Masuknya Arcandra Tahar Bikin Proyek PGN Makin Efisien

Satpol PP Kota Malang Tertibkan PKL yang Berjualan di Depan Kampus Selama UTBK

“Terpaksa harus bilang kepada guru untuk mengangsurnya,” imbuhnya.

Sementara di saat pandemi Covid-19 ini, Jalil mengaku tidak ada bantuan dari program jaring pengaman sosial (JPS) dan program bantuan lainnya.

Cegah Penularan Covid-19, Pemkot Malang Imbau Peserta UTBK Lekas Pulang dan Tak Keluyuran Usai Tes

“Sembako juga tidak dapat dan bantuan uang juga tidak dapat,” katanya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved