Nasib Tragis Janda Muda Madura Bunuh Diri Seusai Diperkosa, DPRD Jatim Usulkan Rumah Aman
Seorang janda muda Madura bernasib tragis. Janda muda itu bunuh diri seusai diperkosa
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
Seorang janda muda Madura bernasib tragis. Janda muda itu bunuh diri seusai diperkosa. Simak selengkapnya!
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN -Tewasnya Bunga (21), janda muda korban pemerkosaan asal Desa Bandang Laok Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan menorehkan luka dan meninggalkan pekerjaan rumah bagi para pemangku kebijakan.
Bunga tewas enam hari kemudian, setelah ia diruda paksa tujuh orang di sebuah hutan Desa Bungkek Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan, sekitar 600 meter dari rumah korban, Jumat (26/6/2020) dini hari.
Hingga akhirnya, Bunga mengakhiri hidupnya dengan menenggak cairan pembersih lantai, Rabu (1/7/2020) malam
Ia menghembuskan nafas terakhir di dapur rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB.
Bunga meninggalkan seorang anak berusia dua tahun.
• Kakek Perkosa 10 Kali Anak Tiri yang Masih SMP, Mengaku Penuhi Nafkah Badan: Daripada Aku Cari PSK
Bukti-bukti yang dikumpulkan Satreskrim Polres Bangkalan, ada intimidasi terhadap Bunga melalui telpon selang dua hari dari kejadian pemerkosaan.
Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan beberapa cairan dan tanda-tanda khusus visum dari dokter.
"Di satu sisi sangat disayangkan karena kami tidak mengantisipasi. Hingga korban meninggal dunia," ungkap anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Khusyairi kepada Surya, Selasa (7/7/2020).
Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu sengaja datang menemui Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra.
Mathur hadir bersama dua anggota Komisi C DPRD Matim Mahfud dan KH Nasih Aschal, anggota Komisi D Abd Halim, serta anggota Komisi A Abd Aziz.
Para Legislator Jatim Dapil Madura itu sengaja datang untuk memberikan dukungan dan dorongan kepada Polres Bangkalan agar kasus rudapaksa terhadap Bunga diusut sampai tuntas.
"Di ruang Pak Kapolres, kami saling bertukar pendapat, dan berdiskusi. Kemudian muncullah rencana pendirian rumah aman atau shelter bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan seksual," jelas Mathur.
Menurut aktivis Bangkalan yang pernah menjadi korban penembakan itu, keberadaan rumah aman sangat diperlukan.
"Saya selalu berkeyakinan bahwa para korban seperti ini akan diteror setalah melapor," terangnya.