Breaking News:

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Pastikan Tidak Ada Anggotanya Yang Terlibat Megaproyek Masker

(DPRD) Kabupaten Pasuruan akhirnya merilis hasil resmi pimpinan terkait sengkarut persoalan dugaan keterlibatan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan

(Surya/Galih Lintartika)
Pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan saat memberikan keterangan rilis. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan akhirnya merilis hasil resmi pimpinan terkait sengkarut persoalan dugaan keterlibatan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dalam megaproyek 2,5 juta masker dengan nilai Rp 8,75 miliar.

Dalam rilis di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/7/2020) sore, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan didampingi tiga pimpinan lainnya memastikan tidak ada anggota yang terlibat dalam megaproyek masker.

"Delapan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang dikabarkan ikut campur dalam megaproyek masker, kami pastikan tidak ada. Mereka tidak terlibat dalam megaproyek masker kemarin," kata Mas Dion, sapaan akrab Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan.

Mas Dion mengatakan, ini adalah hasil putusan pimpinan DPRD setelah melalui beberapa rapat. Dalam rapat itu, pimpinan membahas hasil rekomendasi Badan Kehormatan (BK) yang sudah melakukan serangkaian pemeriksaan dan klarifikasi di lapangan.

"Hasilnya memang tidak ada yang terlibat. Karena ini memang rekomendasi BK. Hanya saja, kami memang memberikan teguran lisan untuk Agus Suyanto, salah satu anggota DPRD," katanya kepada TribunJatim.com.

Lagi, Tambah Dua Kasus Positif Covid-19 di Kota Madiun

Cara Klaim Token Listrik Gratis PLN Bulan Juli 2020, Login www.pln.co.id atau WA ke 08122123123

Kabar Sejoli Viral Nikah Mas Kawin Air & Sandal Jepit, Isunya Kena Sial, Optimis: Mereka Akan Diam

Teguran lisan ini, kata Mas Dion, berkaitan dengan video tik - tok Agus Suyanto yang viral di media sosial. Video itu menggambarkan Agus Suyanto sedang membantu sablon. Ternyata belakangan diketahui itu di tempat kakaknya yang punya usaha sablon.

Pernyataan pimpinan ini adalah akhir dari perjalanan cerita panjang kasus dugaan keterlibatan anggota DPRD dalam megaproyek masker yang ditujukan ke UMKM terdampak pandemi Covid-19 ini.

Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu, BK memberikan rekomendasi untuk memberikan teguran keras kepada Agus Suyanto. Agus diduga memanfaatkan jabatannya untuk mendapat jatah proyek pengadaan 1 juta masker Covid-19 melalui Himpunan Asosiasi (HIAS).

Agus diketahui sebagai pembina Himpunan Asosiasi (HIAS) UMKM. Berdasarkan laporan BK terdapat adanya konflik kepentingan terkait rangkap jabatan tersebut, namun semuanya terbantahkan setelah ada rapat pimpinan dewan.

Agus juga sempat memberi perlawanan bersama tim penasehat hukumnya, dan mengancam akan melaporkan BK ke polisi. Agus menuding BK membuat laporan palsu atas rekomendasi yang diberikan pimpinan dewan dan yang disampaikan pada press rilis media massa. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved