Beberkan Rencana Pembangunan, Bupati Malang Optimis Wilayahnya Semakin Produktif dan Berkembang

Bupati Malang, Muhammad Sanusi ingin wilayahnya maju dari segi produktifitas pertanian dan pengolahan sampah.

TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Kegiatan Bupati Malang, Muhammad Sanusi (tengah) ketika mengunjungi TPA Talangagung, Jumat (10/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi ingin wilayahnya maju dari segi produktifitas pertanian dan pengolahan sampah.

Untuk mencapai hal tersebut, ia mengaku sudah punya rencana prospektif.

"Potensi wilayah Kabupaten Malang ada gas metan bisa jadi unggulan, kemudian PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro). Juga ada tenaga listrik itu sudah ada 3 yang besar di Kabupaten Malang seperti halnya di Dau itu," beber Sanusi, Jumat (10/7/2020).

Sanusi juga menyebut sektor pertanian tanaman padi bisa jadi andalan.

RT/RW Gunung Anyar Siap Menangkan Machfud Arifin: Cak Machfud, Jawaban Keresahan Warga

Mendes-PDTT Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari UNY, PKB Jatim: Kami dan NU Bangga

"Sedang ada inovasi tanaman padi di Kabupaten Malang bisa panen 15 ton sedangkan sebelumnya 6 ton," tutur pengusaha tebu asal Gondanglegi itu.

Selain padi, Kabupaten Malang ternyata ada potensi budidaya tanaman porang.

Sanusi mengatakan, tanaman itu bisa jadi pundi-pundi uang yang potensial.

Karena pendapatannya bisa Rp 3 miliar dalam durasi waktu 3 tahun.

"Nilai ekonominya selama saya jadi Bupati Malang ini minimal ada peningkatan signifikan," beber Sanusi yang bertekad akan mencalonkan diri jadi Bupati Malang pada Pilkada Malang 2020.

Begal Bersajam Beraksi di Pucang Adi, Menyasar Emak-emak dari Pasar, Gondol Uang Ratusan Ribu

VIRAL Curhat Cewek Fotonya Dipakai Nipu Pria, Nyaris Dinikahi, Pelaku Pendam Cinta, Lihat Endingnya

Tak hanya itu, Sanusi menuturkan jika wilayah yang ia pimpin juga punya sentra budidaya tanaman langka.

"Tanaman Raflesia di Kasembon itu ada dikembangkan satu hektar untuk diekspor," tutur pria yang pernah menjadi guru bahasa inggris itu.

Karyawan RS Swasta Asal Yogyakarta Ditemukan Gantung Diri, Sang Pacar Kaget Saat Antar Makanan

Pria Tua Nikahi Gadis Beda 30 Tahun, Bergelora hingga Punya 15 Anak, Petugas KB Beri Peringatan

Dari sektor perikanan, Sanusi berharap tambak nila bisa jadi ujung tombak menembus pasar internasional.

"Tambak ikan nila juga nanti kita kembangkan. Seperti halnya di di Bogor satu hektar bisa menghasilkan banyak pendapatan untuk diekspor ke luar negeri," papar Sanusi.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved