Polisi Beberkan Tempat Persembunyian Komplotan Pembobol Rumah Mewah di Surabaya: Kerap Ganti Hotel
Polisi terus memburu rekan pelaku pembobolan rumah mewah yang meresahkan di Surabaya.
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Taufiqur Rohman
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Firman Rachmanudin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polisi terus memburu rekan pelaku pembobolan rumah mewah yang meresahkan di Surabaya.
Usai menindak dua pelaku pembobolan rumah mewah itu dengan tindakan tegas dan terukur, kini polisi terus melakukan pengembangan kasus tersebut.
Hingga saat ini, masih ada tiga orang pelaku yang menjadi buruan polisi.
Ketiganya terdiri dari dua eksekutor dan satu penadah.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra mengatakan, hotel tempat komplotan ini tinggal dan berkumpul sudah kosong saat didatangi.
• Pengakuan Pria Banyuwangi yang Nikahi Gadis 12 Tahun, Video Saat Diinterogasi Viral
• Banyak Cafe Baru Kota Malang Terdata WP Saat Tansisi New Normal, Bapenda Apresiasi: Mereka Teladan
Hasil penyelidikan, diketahui mereka tinggal di hotel itu selama tiga hari.
"Diduga kuat mereka kerap berpindah hotel untuk menghilangkan jejak. Dan hotel itu digunakan sebagai safe house mereka," ujar Agung, Kamis (16/7/2020).
• Mahasiswa dalam Getol Jatim Nilai DPR RI Malfungsi: Keselamatan Rakyat Kecil Harus Diutamakan
Dilihat dari cara melakukan aksinya, komplotan pembobol rumah mewah ini tak pernah menyimpan barang hasil curiannya terlalu lama.
"Analisa kami, mereka sudah punya penadah yang siap menampung barang hasil curiannya. Jadi sudah siap uang. Kemungkinan transaksinya di hotel," tambahnya.
• Mahasiswa Ini Bernasib Apes, Pinjam Motor ke Teman, Motor Malah Hilang Dicuri, Lihat Endingnya
• Cerita 2 Pemuda Gresik Tak Takut Covid-19 & Tak Pakai Masker, Dihukum Naik Ambulans, Lihat Reaksinya
Seperti diberitakan sebelumnya, Dua dari lima komplotan tersangka perampokan di Jalan Rangkah I, Tambaksari, Surabaya dan Jalan Tegalsari, Surabaya berakhir di kamar mayat RSUD Dr Soetomo.
Dua tersangka itu adalah Didi Prabo alias Eko Begog alias Budi Prakoso (53) warga Jakarta dan Antoni (59) warga Tanggerang, terpaksa diberi tembakan tegas terukur lantaran berusaha kabur dan melawan petugas.
• Barcelona Vs Osasuna, Blaugrana Wajib Menang sambil Berharap Real Madrid Tersungkur
Sementara dua eksekutor lainnya berhasil melarikan diri, dan satu orang yang diduga penadah juga tengah dalam kejaran petugas.