Breaking News:

Virus Corona di Sidoarjo

Konsumsi Listrik Warga Sidoarjo Melonjak Selama Pandemi Covid-19, PLN UP3 Bongkar 'Ini Penyebabnya'

Temui Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin. PLN UP3 Sidoarjo kuak penyebab melonjaknya konsumsi listrik warga di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: M Taufik | Editor: Hefty Suud
SURYA/M TAUFIK
Pertemuan pejabat PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan (Pelanggan) Sidoarjo dengan Wakil Bupati Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Jumat (17/7/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Konsumsi listrik masyarakat Sidoarjo mengalami peningkatan selama pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Penyebabnya, karena warga atau pelanggan listrik PLN lebih banyak di rumah, apalagi saat PSBB Surabaya Raya.

Hal itu terungkap dalam pertemuan sejumlah pejabat PLN UP3 Sidoarjo (Unit Pelaksana Pelayanan (Pelanggan) dengan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Jumat (17/7/2020).

Jatim Provinsi Tertinggi Rapid Test Massal, Tembus 598.065, Khofifah Optimitis Lalui Masa Darurat

Teler Nyabu, Pembobol Toko Elektronik Surabaya Langsung Diringkus, Curhat: Terpaksa, Buat Pengobatan

Menurut Manajer PLN UP3 Sidoarjo Chaidar Syaifullah, daya listrik PLN di Kabupaten Sidoarjo mencapai 705 juta VA.

PLN juga mempunyai line cadangan daya listrik 380 juta VA. Itu disebut juga merupakan peluang bisnis para investor untuk membangunan dan mengembangkan usahanya di Sidoarjo.

Di Sidoarjo terdapat 585.000.000 pelanggan. Mereka terbagi lima kategori pelanggan. Paling banyak adalah pelanggan rumah tangga sekitar 32 persen. Sementara kategori social 2,7 persen, Bisnis 4,4 persen, Industri 0,29 persen, dan Publik 7 persen.

Meski bukan terbanyak, pendapatan dari sektor industri mendominasi pendapatan PLN Sidoarjo. Terhitung ada sebanyak 65,15 persen setiap bulan, disusul rumah tangga sebanyak 32 persen.

Obrolan Pribadi Anang Jelang Mantu, 1 Ucapan Buat Aurel Kaget, Ashanty Nangis: Serius Ngomong Gitu?

VIRAL Pria Dikeler Warga Ramai-ramai ke Polsek di Surabaya, Diduga Gelapkan Motor, Polisi Kuak Fakta

Bagaimana dengan lonjakan tagihan listrik yang dialami masyarakat?, menurut Chaidar, itu tidak disebabkan oleh kenaikan atau subsidi silang tarif listrik.

"Lonjakan tagihan terjadi karena mekanisme penagihan itu pakai tiga bulan terakhir. Akibat kebijakan PSBB, PLN memutuskan pada April dan Mei tidak ada pencatatan (meteran) ke rumah pelanggan, supaya tidak ada resiko penularan virus," ujarnya.

Petugas kembali melakukan pencatatan meteran ke rumah pelanggan pada bulan Juni 2020, setelah pemerintah melonggarkan kebijakan PSBB. Hasilnya, menurut dia, kenaikan tagihan listrik yang cukup signifikan karena pola konsumsi masyarakat selama PSBB.

Ramai Kabar Catherine Wilson Diamankan Polisi Terkait Dugaan Narkoba, Ini Tanggapan Sang Manajer

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved