Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Persebaya Surabaya

Presiden Persebaya akan Blak-blakan Untung Rugi Liga 1 2020 Dilanjutkan saat Pandemi, Tonton di Sini

Presiden Persebaya Azrul Ananda akan blak-blakan soal "Untung Rugi Bila Liga 1 2020 Tetap Ada di Tengah Pandemi" live di akun Facebook Tribun Jatim.

Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM
Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda akan berbincang "Untung Rugi Bila Liga 1 2020 Tetap Ada di Tengah Pandemi" disiarkan live bersama di akun Facebook Tribun Jatim dan Surya Online, Senin (20/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Rencana Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia ( PSSI ) dan PT Liga Indonesia Baru ( PT LIB ) menggulirkan kembali kompetisi Liga 1 2020 pada 1 Oktober, belum mengubah sikap Persebaya Surabaya.

Manajemen Persebaya Surabaya masih enggan maju karena tidak jelasnya teknis pelaksanaan serta faktor kesehatan saat kompetisi dilanjutkan.

Rencananya, kompetisi akan digelar mulai 1 Oktober 2020-28 Februari 2021.

Terbaru, Manajer Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, membuka hasil rapat virtual dengan PT LIB dan perwakilan klub pada 17 Juli kemarin, terkait rencana bergulirnya kompetisi.

Menurutnya, kompetisi sulit dilanjutkan karena PT LIB belum mendapat rekomendasi dari pemerintah untuk menggelar pertandingan di masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

"Mereka belum berkoordinasi dengan BNPB terkait situasi perkembangan Covid-19. Padahal lampu hijau dari pemerintah sangat penting untuk lanjut atau tidaknya liga," kata Candra Wahyudi.

Kepala BNPB Semangati Langsung Persebaya dan Bonek untuk Lanjutkan Gerakan Bonek Wani Lawan Covid-19

Satu Juta Masker untuk Surabaya Hijau, Bonek Gate Jhoner 21 Bagikan 1.000 Masker dan 100 Face Shield

Di sisi lain, Persebaya Surabaya sudah mendapat gambaran jelas mengenai perkembangan Covid-19 setelah bertemu langsung dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ), Doni Monardo.

Candra Wahyudi lanjut menyinggung PT LIB selaku operator kompetisi yang belum mendapat kepastian izin menggelar laga dari pihak berwenang di Yogyakarta.

Padahal dalam surat bernomor 244/LIB-COR/VII/2020 PT LIB ingin menggelar seluruh pertandingan di pulau Jawa, khususnya Yogyakarta dan sekitarnya.

"LIB baru berencana akan melihat situasi di Jogja," ujar pria asal Bojonegoro ini.

Hasil MotoGP Spanyol 2020, Fabio Quartararo Menang, Marc Marquez-Valentino Rossi Malah Gagal Finis

Senang Liga 1 2020 Dipastikan Lanjut, Bek Madura United Makin Semangat Tingkatkan Porsi Latihan

Candra Wahyudi juga mempertanyakan hak komersial yang ditawarkan oleh PT LIB kepada klub sebesar Rp 800 juta per bulan mulai September 2020-Februari 2021 nanti.

"Klub-klub meminta lebih, minimal Rp 1,2 miliar sebagai kompensasi tanpa penonton," ungkap Candra Wahyudi.

Tidak cuma itu saja, Candra Wahyudi mempertanyakan teknis pelaksanaan dan pembiayaan tes swab kepada seluruh personel klub dalam durasi 14 hari sekali.

"Teknis pelaksanaan dan pembiayaannya belum jelas siapa yang menanggung," kata Candra Wahyudi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved