Bela Buruh Petani Indonesia Lewat Virtual Ride & Run
Perusahaan e-commerce agribisnis GDM AGRI, mengadakan aksi donasi yang dikemas dalam kegiatan olahraga bersepeda dan berlari secara virtual.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perusahaan e-commerce agribisnis GDM AGRI, mengadakan aksi donasi yang dikemas dalam kegiatan olahraga bersepeda dan berlari secara virtual.
Donasi yang terkumpul lewat kegiatan bertema Jaga Pangan 2020 Virtual Ride & Run itu, akan disalurkankan kepada para buruh petani di wilayah-wilayah pelosok Indonesia melalui kerjasama dengan Yayasan Bersama Berbagi Berkat (YBBB).
"Selain kolaborasi dengan YBBB dari segi penyaluran, kami juga menggandeng beberapa komunitas agar ajakan “Jaga Pangan 2020 Virtual Ride & Run” semakin tersebar luas ke masyarakat," kata Diah Sulung Syafitri, project coordinator Jaga Pangan 2020 Virtual Ride & Run, Kamis (23/7/2020).
Diantaranya, komunitas Aku Petani Indonesia, Indonesia Bersepeda, dan Kediri Bersepeda.
Sedangkan YBBB, merupakan lembaga non-profit yang memiliki kredibilitas dalam menyalurkan donasi publik, sehingga diharapkan kolaborasi ini bisa semakin menyasar buruh petani yang terdampak.
Sebagai e-commerce yang berada dibalik distribusi panen petani, GDM AGRI menyadari bahwa selama pandemi, buruh petani menjadi pihak yang merugi karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga berdampak pada panen yang tidak terserap sempurna oleh pasar.
• 3 Kali Curi Motor di Gresik, Kaki Dua Bandit Diganjar Timah Panas Petugas
• Pelanggan Baru First Media Naik 52 Persen Per Bulan Ditengah Pandemi Covid-19
• Inilah Tanggapan Bupati Jember Faida Atas Pemakzulan Dirinya Oleh DPRD Jember
Hal ini mengakibatkan kebutuhan pokok mereka juga tidak terpenuhi karena kurang maksimal menjual hasil panen. Jika para petani kehilangan asa untuk terus menanam, maka ini akan menjadi awal bencana krisis pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Kami berupaya terus berupaya menunjukkan keberpihakan kepada para petani dan buruh petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan Indonesia selama pandemi," lanjut Diah Sulung Syafitri kepada TribunJatim.com.
Teknis pelaksanaan acara ini juga terbilang unik. Tidak seperti acara bersepeda dan berlari pada umumnya yang memiliki rute khusus dan harus selesai dalam satu waktu, GDM AGRI justru membebaskan rute yang akan ditempuh serta memberi waktu hingga satu bulan untuk menyelesaikan misi jarak.
"Mengacu pada protokol kesehatan COVID-19 yakni physical distancing, kami membuat teknis pelaksanaan yang memudahkan peserta bisa bersepeda dan berolahraga secara mandiri tanpa harus bergerombol," jelas Diah Sulung Syafitri kepada TribunJatim.com.
Misalnya jika ada yang terbiasa pulang pergi kantor dengan bersepeda, itu akan sangat membantu mencapai misi jarak.
GDM AGRI membuat semua orang bisa berpartisipasi membela kepentingan petani dengan cara yang unik dan menyenangkan melalui kegiatan berolahraga.
"Semakin banyak yang ikut, tentunya semakin banyak buruh petani yang akan terbantu melalui donasi Jaga Pangan 2020," tandas Diah.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-perusahaan-e-commerce-agribisnis-gdm-agri.jpg)