Bantah Pernah Rusak Tanaman Jeruk Petani, Bumdes Dewarejo Malang Berdalih Lakukan Perawatan
Bumdes Dewarejo Desa Selorejo Kabupaten Malang, mengaku tidak pernah merasa merusak tanaman jeruk milik petani.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Bumdes Dewarejo Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, mengaku tidak pernah merasa merusak tanaman jeruk milik petani.
"Kami tidak melakukan perusakan," ujar Humas Bumdes Dewarejo, Choirul Junaedi, ketika dikonfirmasi, Kamis (23/7/2020).
Choirul Junaedi berdalih, pihaknya hanya melakukan perawatan tanaman jeruk petani.
"Itu perawatan tidak ada perusakan. Tujuannya biar tumbuh-tumbuh trubus biar daunnya bagus," ungkap pria yang akrab disapa Irul ini.
Sementara itu, satu petani jeruk bernama Purwati mengaku heran dengan anggapan perawatan tanaman jeruk yang dilakukan Bumdes Dewarejo.
• Bumdes Dewarejo Malang Ungkap Alasan Membawa Polemik Petani Jeruk ke Ranah Hukum
• Ragukan Keabsahan Kuitansi Sewa Petani Jeruk, Bumdes Dewarejo Malang: Tidak Ada Pembayaran
Karena saat itu ia mendapati buah jeruk yang masih hijau malah dipetik.
"Kok yang dipetik itu yang masih hijau, itu kan tidak bisa dikonsumsi," ungkap Purwati.
Editor: Dwi Prastika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/petani-jeruk-di-desa-selorejo-kabupaten-malang.jpg)