Mengenal Nico, Perajin Barongan Asal Tulungagung yang Merintis Usaha Sejak SMP
Di usianya yang masih belia, Nico telah menjadi perajin barongan asal Tulungagung yang diperhitungkan.
Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Dengan hati-hati Nico Dwi Nurcahyo (16) menggoreskan kuas mini ke bagian hidung barongan yang dikerjakannya. Sementara satu barongan lain telah selesai diwarnai.
Goresan kuasnya menyelesaikan tahap akhir pewarnaan yang butuh detail tinggi.
Di usianya yang masih belia, Nico telah menjadi perajin barongan yang diperhitungkan.
Produknya sudah banyak menyebar di kalangan seniman atau kolektor. Nico sudah merintis usahanya ini sejak kelas VIII SMP.
“Paling banyak pembeli asal lokal Tulungagung saja. Saya tidak layani pesanan, tapi saya buat kemudian saya jual secara online,” terang Nico, saat ditemui di rumahnya, Dusun Krajan RT 3/RW 2, Desa Jarakan, Kecamatan Gondang, Tulungagung, Jumat (24/7/2020).
Siswa yang menginjak kelas XI SMK Sore Tulungagung ini berkisah, sudah tertarik dengan barongan sejak kecil.
• BREAKING NEWS: Pria Tulungagung Tewas di Pekarangan Rumah, Diduga Dibunuh Anak Kandung
Nico mulai belajar membuat barongan saat duduk di bangku kelas VII SMPN 1 Gondang. Ia belajar secara otodidak kepada orang lain yang sudah bisa membuat barongan.
“Jadi waktu itu juga lihat di YouTube juga, dan belajar langsung sama pembuat barongan. Kemudian belajar cara menggunakan pahat,” tutur Nico.
Bahan baku yang dipilih adalah kayu waru.
Ia mengaku, pada tahap awal kesulitan membuat pola barongan. Pada tahap awal Nico membuat barongan mini untuk suvenir atau gantungan kunci.
Di usia belia, Nico sudah menjual produknya secara online.
• Tulungagung Masuk Zona Kuning Covid-19, Bupati Maryoto Birowo Minta Warga Ikut Awasi Pendatang
Barongan-barongan mini itu ternyata banyak peminatnya. Anak ke-2 dari dua bersaudara ini membuat barongan mini di sela aktivitas sekolah.
“Biasanya sepulang sekolah menyempatkan untuk mengerjakan. Atau minggu pagi biasanya dipakai untuk mengerjakan barongan,” sambung Nico.
Setelah dirasa sudah punya kemampuan, Nico kemudian membuat barongan dengan ukuran sebenarnya.