Breaking News:

PKL Alun-alun Direlokasi ke Kios Sisi Selatan Stadion Supriyadi Kota Blitar

Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Merapi atau di sisi timur Alun-alun Kota Blitar akhirnya direlokasi ke kios di Stadion Supriyadi, Selasa (28/7/202

Surya/samsul hadi
Wali Kota Blitar, Santoso melihat stan berjualan para PKL Alun-alun di kios sisi selatan Stadion Supriyadi, Selasa (28/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Merapi atau di sisi timur Alun-alun Kota Blitar akhirnya direlokasi ke kios di Stadion Supriyadi, Selasa (28/7/2020). Para PKL menempati kios sisi selatan Stadion Supriyadi.

Muslimah (54), salah satu PKL di Alun-alun Kota Blitar mengaku tidak masalah menempati kios di Stadion Supriyadi. Hanya saja, dia harus babat cari pelanggan dari awal lagi di tempat jualan baru.

"Tidak apa-apa pindah, tapi harus babat lagi dari awal. Kalau di Alun-alun sudah banyak pelanggan, sekarang babat lagi. Apalagi musim Corona jualan sepi," kata perempuan pedagang topi, tas, dan dompet itu kepada TribunJatim.com.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar, Juari mengatakan berdasarkan surat keputusan Wali Kota Blitar, kios sisi selatan Stadion digunakan untuk menampung PKL di Jl Merapi atau sisi timur Alun-alun.

Jumlah kios sisi selatan Stadion Supriyadi sebanyak 24 unit. Semua kios sisi selatan stadion sudah terisi semua oleh PKL Alun-alun.

"Semua PKL di Jl Merapi sudah ditampung di kios sisi selatan stadion. Kondisi Jl Merapi kosong, tidak boleh untuk jualan," kata Juari.

Niat dan Keutamaan Puasa Tarwiyah Jelang Idul Adha, 8 Dzulhijjah 1441 H Rabu, 29 Juli 2020

Umi Gen Halilintar Tutup Mata Soal Kemesraan Putranya dan Aurel, Atta Bahas Restu: Ngikut Maunya Aku

Gagal Curi Motor, Warga Surabaya ini Babak Belur Dihajar Warga Gresik

Dikatakannya, para PKL yang menempati kios stadion harus membayar retribusi. Tarif retribusinya Rp 200.000 per bulan. Tarif retribusi itu sudah sesuai peraturan daerah.

"Retribusinya bisa dibayar per bulan Rp 200.000 atau langsung dibayar dimuka dalam setahun sebesar Rp 2,4 juta. Tarif retribusinya sama dengan kios lama, karena Perdanya sama," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Untuk kios sisi utara stadion, kata Juari masih dilakukan pembenahan. Nanti, secara bertahap, kios sisi utara juga difungsikan untuk penataan PKL di Kota Blitar.

"PKL mana yang akan menempati kios sisi utara, nanti menunggu keputusan dari wali kota. Kami hanya menyiapkan fasilitasnya saja," katanya.

Wali Kota Blitar, Santoso mengimbau para PKL agar tidak memperjual belikan atau menyewakan kios di Stadion Supriyadi. Para PKL harus menempati kios untuk berjualan sendiri.

"Pemkot Blitar mebangun kios ini untuk meningkatan ekonomi para PKL. Para PKL harus menempatinya, tidak boleh dikosongkan atau dijualbelikan," katanya.

Seperti diketahui, kios sisi selatan Stadion Supriyadi selesai dibangun pada 2018. Selesai dibangun, kios itu dibiarkan mangkrak karena masih ada tarik ulur soal pedagang yang akan menempati kios. (sha/Tribunjatim.com)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved