Breaking News:

Kejari Dampingi Pengerjaan 6 Proyek Pembangunan Pemkab Trenggalek, Minta Berhati-hati Tunjuk Rekanan

Kejaksaan Negeri Trenggalek memberikan pendampingan hukum untuk pengerjaan enam proyek pembangunan yang dilakukan Pemkab Trenggalek.

TRIBUNJATIM.COM/AFLAHUL ABIDIN
Rapat Koordinasi Pemkab Trenggalek dan Kejaksaan Negeri Trenggalek, Rabu (5/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Kejaksaan Negeri Trenggalek memberikan pendampingan hukum untuk pengerjaan enam proyek pembangunan Pemkab Trenggalek.

Pendampingan diberikan untuk proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk tahun 2020.

Proyek pembangunan di Dinas PUPR meliputi paket pengerjaan peningkatan dan pemeliharaan jalan di empat tempat.

Yakni jalan Craken-Ngulungkulon senilai Rp 7 miliar, Watuagung-Ngembel Rp 2,1 miliar, jalan Bangunsari-Prapatan Pule Rp 3,2 miliar, dan jalan Ngampon-Bendo Rp 7 miliar.

Sementara paket pengerjaan di RSUD dr Soedomo adalah pengadaan lift ruang rawat jalan senilai Rp 1,4 miliar.

Juga paket pengadaan aset tak berwujud sistem informasi manajemen rumah sakit atau yang biasa disingkat SIMRS.

Bawaslu Trenggalek Temukan Tempelan Stiker Tanpa Tanda Tangan Penghuni Rumah di Pelaksanaan Coklit

Pilkada Trenggalek 2020, Golkar Bakal segera Tagih Kepastian Koalisi dengan PKB

Kajari Trenggalek, Darfiah mengingatkan agar organisasi perangkat daerah (ODP) dan konsultan untuk merencanakan secara detail dan terperinci pembangunan yang akan berjalan.

Juga untuk mempertimbangkan berbagai risiko pengerjaan proyek yang ada.

"Saya melihat ada beberapa titik rawan bencana. Sehingga perlu untuk dipertimbangkan upaya pencegahan agar tidak terjadi longsor. Sehingga jalan bisa bertahan lebih lama," kata Darfiah, Rabu (5/8/2020).

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved