Pilkada Kota Pasuruan
Hadapi Gus Ipul di Pilkada Kota Pasuruan, Bacawali Teno Gandeng Hasjim 'Tegas': Siap Tarung
Raharto Teno Prasetyo - Mochammad Hasjim Asjari siap hadapi Gus Ipul di Pilkada Kota Pasuruan: Siap tarung. Sesuai dengan jargon kami.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Raharto Teno Prasetyo - Mochammad Hasjim Asjari tak gentar menghadapi Pilkada Kota Pasuruan.
Pasangan calon yang diusung koalisi tiga partai ini menegaskan siap menghadapi segala kemungkinan, teramasuk berhadapan dengan Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Gus Ipul merupakan mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode.
• Geger Elpiji Meledak Saat Ratusan Personel Polres Jember Apel, Gara-gara Si Bapak dari Kamar Mandi
• Seniman Kabupaten Malang Merasa Jadi Anak Tiri, Wadah Berkarya Tergusur: Kami Berjuang Sendiri
"Karena diniati maju, kami siap tarung. Sesuai dengan jargon kami, 'Tegas', Teno Gandeng Hasjim," kata Teno ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (13/8/2020).
Munculnya nama Gus Ipul dalam bursa pencalonan Pilkada Kota Pasuruan merupakan bagian dari dinamika politik.
"Politik pasti dinamis," kata pria yang juga Ketua DPC PDI-P Kota Pasuruan ini.
• Tak Berizin, Tiang & Boks Terminal Jaringan Fiber Optik Disegel Satpol PP Kota Blitar: Tak Ada IMB
• Antisipasi Kekeringan di Kepulauan, Pemkab Sumenep Ajukan Bantuan Air Bersih ke Pemprov Jatim
Menurutnya, Gus Ipul sama seperti figur bakal calon lainnya, termasuk dirinya.
"Kami menyambut baik sebab kita sama-sama punya niat membangun Pasuruan," katanya.
Dengan adanya figur Gus Ipul, maka akan menambah alternatif figur calon pemimpin.
"Nanti warga yang akan menentukan. Apakah kami yang dipilih kembali untuk melanjutkan kepemimpinan? Atau siapapun nanti," kata pria yang kini menjabat Wali Kota Pasuruan ini.
Teno mengenal dekat Gus Ipul. Apalagi, partai yang menaunginya tersebut juga pernah menjadi pengusung Gus Ipul di Pemilihan Gubernur 2018 lalu.
PDI-P bersama PKB, Gerindra, dan PKS menjadi koalisi pengusung Gus Ipul yang berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno, kader PDI-P.
"Kami berteman baik dengan Gus Ipul. Kami tak ada kontra produktif dengan beliau," katanya.
Apalagi, Pillkada menjadi pesta demokrasi yang biasa dilakukan dalam regenerasi pimpinan lima tahunan.
"Pilkada, momentumnya hanya sehari. Setelah itu, kita satu di bawah bendera yang menyatukan. Niatnya satu, untuk warga Pasuruan," pungkasnya.
NasDem Jawa Timur sebagai partai pengusung Teno-Hasjim mengatakan hal senada. Munculnya calon dalam pilkada merupakan proses biasa dari kontestasi.
"Kami akan tetap mengikuti mekanisme yang ada," kata Sekretaris DPW NasDem Jatim, Aminurokhman ketika dikonfirmasi terpisah.
Menurutnya, tak ada lawan berat dalam pilkada. "Sebab, berat atau tidak, bergantung masyarakat," katanya.
Pihaknya meyakini dengan mesin pemenangan yang ada, suara dapat solid diberikan kepada Teno-Hasjim. "Kami berharap dengan mesin partai yang ada, soliditas mesin berjalan dan menuju kemenangan," pungkasnya.
Sebelumnya, nama Gus Ipul masuk dalam bursa pencalonan Wali Kota Pasuruan. Adalah PKB yang besar kemungkinan akan mengusung mantan Menteri Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi ini.
Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur, Badrut Tamam menjelaskan pihaknya telah berkomunikasi dengan Gus Ipul. "Pertama, Gus Ipul membuka kemungkinan bersedia maju di Pilkada Kota Pasuruan," kata Badrut sebelumnya.
Kedua, PKB juga sudah menakar kekuatan Gus Ipul di Kota Pasuruan. Yang mana, respon masyarakat cukup positif. "Kami sudah melakukan kajian mendalam untuk Gus Ipul. Progres untuk maju cukup positif," kata Badrut yang juga Bupati Pamekasan ini.
Di Kota Pasuruan, PKB menjadi peraih suara terbanyak dengan delapan kursi DPRD. Dengan jumlah tersebut, partai berlambang sembilan bintang ini bisa mengusung calonnya tanpa koalisi sekali pun.
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Heftys Suud