Antisipasi Kekeringan di Kepulauan, Pemkab Sumenep Ajukan Bantuan Air Bersih ke Pemprov Jatim
Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura meminta bantuan air bersih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mengantisipasi masalah kekeringan.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura meminta bantuan air bersih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna mengantisipasi masalah kekeringan di wilayah kepulauan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Riyadi mengatakan, jika telah berkirim surat bantuan ke Pemprov Jatim sebagai antisipasi kekeringan di musim kemarau.
"Seperti tahun kemarin juga berkirim surat ke Pemerintah Provinsi untuk penanggulangan kekeringan di wilayah kepulauan Sumenep, " kata Abd Rahman Riyafi, Kamis (13/8/2020).
• Rizky Billar Ledek Lesty Kejora yang Bakal Terus Nempel Bersamanya, Mantan Rizky DA Tersipu Malu
• Rizki DAcademy Bentak Artis yang Menggandengnya di Acara TV, Teriak Punya Istri: Daritadi Nemplok
Selama ini katanya, pihaknya mengakui jika memang kurang optimal menanggulangi dampak kekeringan di wilayah kepulauan.
Hal itu kata Abd Rahman Riyadi, karena keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana untuk pendistribusian air bersih belum memadai.
"Butuh kapal angkut berkapasitas besar untuk menjangkau wilayah kepulauan," katanya.
• Dibandingkan Tahun Sebelumnya, Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Sampang Bertambah
Pihaknya mengatakan, selama ini BPBD Sumenep dalam upaya pendistribusian air bersih ke daerah terdampak kekeringan, terutama daratan ini masih memanfaatkan anggaran tidak terduga dari APBD Sumenep.
"Permohonan sudah dilakukan, mengenai realisasi menunggu pemerintah Provinsi. Karena untuk kabupaten/kota pembiayaannya dari dana tidak terduga," katanya.
"Apalagi sekarang ini semua fokus untuk penanganan Covid-19," terangnya.
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Pipin Tri Anjani
• Wali Kota Risma Minta Guru se-Surabaya Selalu Sehat di Masa Pandemi: Anak-anak Butuh Panjenengan
• 3 Sekolah di Sampang Jadi Sampel Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Risiko Sebaran Covid-19 Kecil