Virus Corona di Sidoarjo

Sidoarjo Kembali Masuk Zona Merah, Begini Penjelasan Pakar Epidemiologi

Kabupaten Sidoarjo kembali masuk zona merah Covid-19, berikut tanggapan Epidemiologi.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Pipin Tri Anjani
unsplash/Viktor Forgacs
ILUSTRASI Kasus Corona atau Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Kabupaten Sidoarjo kembali masuk zona merah.

Dari Surabaya Raya, Sidoarjo satu-satunya yang zona merah karena Surabaya dan Gresik berada di zona oranye.

Menurut Ketua Departemen Epidemiologi Unair, Atik Choirul Hidajah, penghitungan zonasi tersebut berdasarkan penentuan dari satgas pusat.

Namun timnya juga sudah melakukan penghitungan, titik apa yang membuat Sidoarjo kembali menjadi zona merah. Ditemukan, indikator survilens yang menjadi permasalahan di Sidoarjo.

3 Sekolah di Sampang Jadi Sampel Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Risiko Sebaran Covid-19 Kecil

Sanksi Sosial Menanti Warga Malang yang Melanggar Protokol Kesehatan Covid-19, Sesuai dengan Inpres

"Di indikator survilens ini, lab yang digunakan belum termasuk jaringan balitbang, belum mempunyai username dan pasword juga. Jadi tidak bisa memasukkan datanya. Itu yang menyebabkankan angka testingnya Sidoarjo masih terdata rendah," ungkap Atik saat di Pendopo Sidoarjo, Kamis (13/8/2020).

Hal itu yang paling dimungkinkan berkontribusi besar dalam penentuan zona di Sidoarjo.

Pihaknya mengaku akan melakukan kajian ulang dan hasilnya bakal disampaikan ke Kemenkes agar data testing Sidoarjo bisa masuk dalam data base.

"Karena lab mobile itu belum memiliki username dan pasword sehingga belum dimasukkan. Solusinya mencoba hitung ulang yang kemudian disampaikan ke kemenkes agar mendapat verifikasi," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman.

Efek Vaksin Corona setelah 24 Jam Disuntik ke Tubuh, Driver Ojol Kuak Rasanya: Tak Biasa, Kini Segar

Pihaknya juga akan menggali data untuk menghitung pembenaran data di Sidoarjo. Terutama di indikator survilens.

"Untuk indikator epidemiologi sudah bagus. Tinggal survilens dan pelayanan masyarakat yang coba kita gali," kata dia.

Diakuinya, data untuk survilens tersebut sudah ia kantongi. Hanya saja kendalanya ialah belum mendapatkan password untuk menginput data ke pusat.

"Sehingga sampai sekarang tidak merekam, hingga akhirnya yang sudah dikerjakan gak langsung direcord di pusat," urainya.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji justru mempertanyakan perihal sistem penentuan zonasi tersebut.

Sebab ia menyatakan dari 15 item penentuan zonasi baik dari segi epidemiologi, survilen, ataupun pelayanan kesehatan, Sidoarjo saat ini sudah bagus.

Pakar Epidemiologi Unair Sebut Surabaya Belum Aman Meski Sudah Zona Oranye Covid-19

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved