Breaking News:

Virus Corona di Tulungagung

GTPP Tulungagung Bantah Ada Klaster Pembelajaran Luring, Pembelajaran Masih Berlanjut

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur membantah ada klaster pembelajaran luar jaringan (Luring).

SURYA/DAVID YOHANES
dr Kasil Rokhmad dan dr Supriyanto meluncurkan Normalitas Baru Pelayanan Kesehatan di Tulungagung, Selasa (7/7/2020). 

Tim tracing kemudian mengambil sampel swab tenggorokan kepada lima SD dan dua guru yang ikut pembelajaran luring.

Namun hasil tes swab menyatakan, tujuh orang ini negatif Covid-19.

"Jadi tidak terbukti tidak ada penularan di proses pembelajaran luring. Jadi klaster ini sudah berhenti, hanya ayah dan anaknya saja," tegas Kasil kepada TribunJatim.com.

Kasil justru mencontohkan manfaat manfaat penerapan protokol kesehatan selama pembelajaran luring.

Meski ada satu siswa yang terinfeksi, namun tidak menular ke siswa lain dan guru.

Karena kejadian ini, pembelajaran luring di Pagerwojo sempat dihentikan.

Namun karena hasil tes para siswa dan guru negatif, maka proses luring bisa dilanjutkan kembali.

Kasil juga menegaskan, sampai saat ini belum ada pembelajaran tatap muka.

Luring dilakukan sebagai alternatif karena pembelajaran dalam jaringan (daring) tidak bisa dilakukan.

"Luring ini alternatif pembelajaran dengan memperhatikan aspek keadilan. Mereka yang tidak bisa daring tetap bisa terlayani," ujarnya.

Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Tulungagung, 40 persen pembelajaran berjalan luring.

Kondisi ini karena banyak wilayah di Tulungagung masih blank spot, maupun sinyal buruk.

Kondisi ini terutama di wilayah pegunungan yang ada di selatan dan utara Tulungagung. (David Yohanes/Tribunjatim.com)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved