Breaking News

Virus Corona di Tulungagung

GTPP Tulungagung Bantah Ada Klaster Pembelajaran Luring, Pembelajaran Masih Berlanjut

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur membantah ada klaster pembelajaran luar jaringan (Luring).

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
SURYA/DAVID YOHANES
dr Kasil Rokhmad dan dr Supriyanto meluncurkan Normalitas Baru Pelayanan Kesehatan di Tulungagung, Selasa (7/7/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur  membantah ada klaster pembelajaran luar jaringan (Luring).

Bantahan ini dikeluarkan karena beredar berita yang menyebut, ada enam siswa SD dan dua guru yang terinfeksi virus corona.

Ketua GTPP Covid-19 Tulungagung, dr Kasil Rokhmad mengakui, ada siswa SD di Kecamatan Pagerwojo, ERZ (9) terinfeksi virus corona.

Namun kasus ini bukan disebabkan oleh proses pembelajaran luring.

"Siswa ERZ ini tertular dari ayahnya. Dan tidak terbukti menulari teman-temannya," terang dr Kasil Rokhmad kepada TribunJatim.com, Jumat (14/8/2020).

dr Kasil Rokhmad memaparkan, awalnya ada seorang warga Kecamatan Pagerwojo hendak bekerja sebagai pekerja migran ke Brunei Darusalam lewat PPTKIS di Kabupaten Ponorogo.

Pasutri Penyedia Layanan Swinger dan Threesome Diperiksa Kejiwaannya di RS Bhayangkara Kota Kediri

Dua Perangkat Desa di Lamongan Yang Diduga Korupsi Dana Desa Dijebloskan ke Penjara

3 Polwan Jadi Korban Pelecehan Kasatreskrim, Ogah Damai, Kepolisian Tindak Tegas: Tidak Ada Celah

Saat proses skrining kesehatan, ternyata ia terkonfirmasi positif Covid-19.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke GTPP Covid-19 Tulungagung.

"Sesuai SOP, Dinas Kesehatan langsung melakukan tracing ke keluarganya. Hasilnya, anaknya terkonfirmasi positif," sambung dr Kasil Rokhmad.

Pengakuan ERZ, dia selama ini ikut pembelajaran luring.

Tim tracing kemudian mengambil sampel swab tenggorokan kepada lima SD dan dua guru yang ikut pembelajaran luring.

Namun hasil tes swab menyatakan, tujuh orang ini negatif Covid-19.

"Jadi tidak terbukti tidak ada penularan di proses pembelajaran luring. Jadi klaster ini sudah berhenti, hanya ayah dan anaknya saja," tegas Kasil kepada TribunJatim.com.

Kasil justru mencontohkan manfaat manfaat penerapan protokol kesehatan selama pembelajaran luring.

Meski ada satu siswa yang terinfeksi, namun tidak menular ke siswa lain dan guru.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved