UMM, Kampus yang Cetak Entrepreneur Handal
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah lama mendesain model pembinaan mahasiswa yang berorientasi pada tumbuh dan berkembangnya jiwa entrepreneur
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Membangun jiwa entrepreneurship merupakan jawaban untuk menghadapi era milenial. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah lama mendesain model pembinaan mahasiswa yang berorientasi pada tumbuh dan berkembangnya jiwa entrepreneurship.
Kewirausahaan tidak hanya dijadikan sebagai mata kuliah wajib tetapi kampus juga menghadirkan atmosfir kompetisi kewirausahan antar mahasiswa dan alumni.
Kampus juga menyediakan lembaga khusus untuk mendukung program kewirausahaan tersebut dengan adanya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMM .
Mahasiswa dapat memilih berbagai skema untuk menunjang kompetensi kewirausahaan dan beberapa kompetensi lainnya. Upaya ini merupakan bagian dari program akselerasi UMM PASTI, yakni Pasti Lulus Empat Tahun, Pasti Bekerja, dan Pasti Mandiri.
Untuk mewujudkan semua program akselerasi ini, UMM tentu tidak sendirian. UMM banyak menggandeng berbagai pihak dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di dalam dan luar negeri untuk belajar kewirausahaan.
Berbagai perusahaan yang telah bekerjasama dengan UMM ini selain sebagai tempat magang, lebih jauh lagi dijadikan laboratorium terapan bagi mahasiswa untuk belajar perihal dunia kewirausahaan.
UMM juga memiliki berbagai unit usaha yang bisa dijadikan laboratorium terapan untuk menunjang kompetensi entrepreneurship, disamping sebagai laboratorium terapan untuk menunjang kegiatan akademik. Dimulai dari bidang perbankan, otomotif, kesehatan, pariwisata/perhotelan, dan lain sebagainya.
Saat ini lebih dari sepuluh unit bisnis yang dimiliki UMM, beberapa di antaranya adalah Rayz UMM Hotel Malang, Kapal Garden Hotel, Taman Rekreasi Sengkaling (TRS) UMM, Bengkel Yamaha UMM, Bengkel Rinjani UMM, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) UMM Dome, Rumah Sakit UMM, UMM Bookstore, Apartemen Sang Surya, dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) UMM.
Wakil Rektor Bidang I UMM Syamsul Arifin menyampaikan, saat ini UMM berada di posisi yang ideal untuk mengembangkan model pembelajaran yang futuristik. Ini merupakan upaya pembentukan profil lulusan yang berkualitas, dan salah satunya dapat dilakukan dengan pembentukan jiwa kewirausahaan.
“Saat ini, perkembangan UMM menuntut kami untuk membentuk profil lulusan yang berkualitas,” jelas Syamsul.
Semangat membangun jiwa kewirausahaan nyatanya juga ditularkan tidak hanya para mahasiswanya, melainkan juga hingga alumninya. Kasmawati Ahmad, alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM yang terpilih mewakili provinsinya, Maluku, sebagai peserta Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) 2019 di Amerika Serikat. Kasma terdaftar di kategori Academic Fellowship selama lima pekan.
Konsep kewirausahaan sosial yang diusungnya yakni “Satu Desa Satu Produk” untuk salah satu pulau besar Kepulauan Maluku, Pulau Buru.
Ia berangkat bersama 24 peserta lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kasma terbang ke Negeri Paman Sam itu untuk angkatan musim semi tahun 2019. Kasma ditempatkan di University of Connecticut untuk belajar membuat dan mengembangkan bisnis sosial kewirausahan.
“Di program yang saya ikuti ini, saya bisa belajar hal-hal yang membuat Amerika bisa menjadi negara adidaya. Harapannya bisa saya gunakan untuk program di komunitas saya,” ujar Kasma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-malang-universitas-muhammadiyah-malang-umm-mendesain-model-pembinaan-mahasiswa.jpg)