Breaking News:

Gas Elpiji 3 kg di Wilayah Magetan Mulai Langka, Warga Kelimpungan

Tiga pekan terakhir keberadaan gas elpiji 3 kilogram sulit didapat di wilayah Kabupaten Magetan Jawa Timur. Akibatnya banyak warga,

TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Gas elpiji di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) 

 
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Tiga pekan terakhir keberadaan gas elpiji 3 kilogram sulit didapat di wilayah Kabupaten Magetan Jawa Timur. Akibatnya banyak warga, terutama pemilik usaha kuliner harus mencari di wilayah lain.

"Sulit Mas gas tiga kilo-an, padahal saya sehari bisa menghabiskan 2 - 3 tabung atau 9 kiloan,"kata Mbak Nah pemilik warung nasi sambal korek Dusun Alastuwo, Desa Balegondo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan kepada Surya, Kamis (20/8).

Dikatakan Mbak Nah, sebanyak 10 tabung gas elpiji 3 kiloan miliknya sejak dua pekan lebih, masih kosong belum dapat gas elpiji. Padahal sudan pesen pesen kepada pejualnya yang biasa ngantar ke warungnya.

"Kita klo pun dapat hanya 2 - 3 tabung. Itu kalau untuk masak sendiri sudah habis tanpa persediaan. Belum lagi kalau tetangga kanan kiri nempil," kata Mbak Nah kepada TribunJatim.com.

Hal berbeda dikataka Anis, pemilik toko pracangan di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan mengaku juga kesulitan untuk mencari gas 3 kiloan untuk tokonya.

"Memang sejak tiga pekan keberadaan gas elpiji tiga kiloan sulit dipasaran. Tapi dalam dua, tiga hari ini sudah mulai ada. Tapi masih terbatas. Dari 50 tabung gas elpiji, saya hanya dapat 10 tabung," kata Pak Guru bahasa ini.

Covid-19 Hantam Perekonomian Kota Batu, Perubahan Anggaran Keuangan Diharap Jadi Titik Perbaikan

Luna Maya Kepergok Pakai Brand Langganan Syahrini, Dress Puluhan Juta Tapi Penampilan Disoroti

Diduga Truk Muat Batu Bara GJT Melintas di Jalanan Kota Gresik Saat Dinihari

Sementara Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patriot Noorman Susanto melihat kelangkaan gas elpiji subsidi di masyarakat ini sebenarnya kejadian yang berulang tiap tahun.

"Secara periodik kejadian kelangkaan gas elpiji subsidi ini kan selalu berulang. Saya heran Pertamina kok tidak punya catatan hari hari apa, bulan bulan apa, jatah atau Pertamina sebut LO (Loading Order) ditambah. Masak bertahun tahun selalu berulang kejadian kelangkaan elpiji untuk rakyat," kata Noorman kepada TribunJatim.com.

Mestinya, lanjut Noorman, mekanisme pendistribusian gas untuk rakyat itu penjualnya diperbanyak, dan dipermudah permohonan LO -nya. Karena pemain gas elpiji subsidi tiga kiloan sampai hari ini orang orang itu saja.

"Kalau kondisi ini terus berulang, kami akan menyurati Menteri BUMN dan akan kami ceritakan yang terjadi terkait pendistribusian gas elpiji 3 kiloan. Karena kejadian ini berulang setiap tahun," kata Noorman yang juga Wakil Ketua Bagian Hukum DPC PDIP Kabupaten Magetan ini.

Sales Brand Manager(SBM) PT Pertamina wilayah Magetan - Ngawi Angga J Putra, menolak anggapan kalau gas 3 kilogram langka di masyarakat, kemungkinan yang terjadi di masyarakat ini dampak awal awal Covid-19 lalu.

"Jadi begini, untuk kelangkaan mungkin belum tentu barang tidak ada. Namun mungkin yang terjadi adalah masyarakat jadi butuh secara serentak,"kata Angga.

Dikatakan Angga, kemungkinan imbas dari pandemi Covid-19, dimana aktivitas warga turun, dan tiba tiba sudah New Normal, sehingga kegiatan berjalan kembali walaupun dengan protocol kesehatan.

"Untuk lebih jelasnya, mungkin bisa satu pintu ke Communications Relation PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) V Surabaya saja,"pinta Angga.(Doni Prasetyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved