Breaking News:

Diduga Truk Muat Batu Bara GJT Melintas di Jalanan Kota Gresik Saat Dinihari

Aktivitas bongkar muat batu bara di terminal log curah kering PT Gresik Jasa Tama (GJT) sudah diketok untuk berhenti aktivitas pada Selasa (18/8/2020)

Willy Abraham/Tribunjatim
Truk muat batu bara melintas di Jalan R.E Martadinata di depan kelurahan Kemuteran, Gresik, Senin (17/8/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Aktivitas bongkar muat batu bara di terminal log curah kering PT Gresik Jasa Tama (GJT) sudah diketok untuk berhenti aktivitas pada Selasa (18/8/2020) di kantor DPRD Gresik.

Ternyata diam-diam truk diduga muat batu bara GJT melintas di jalanan kota Gresik.

Seorang warga merekam iring-iringan truk besar melintas di Jalan Panglima Sudirman, Gresik pada Kamis (20/8/2020) dinihari.

Sekitar pukul 00.57 Wib truk berjalan beriringan melintasi Jalan wilayah kota yang bukan kelasnya. Total ada lima truk yang melintas.

Iring-iringan truk ini persis dengan iring-iringan truk muat batu bara GJT yang tiba-tiba kembali beroperasi tanpa sosialisasi pada pekan lalu.

“Truk batu bara lewat,” kata Noval Ramdani kepada TribunJatim.com.

Perusahaan Bongkar Muat Batubara di Gresik Beroperasi Lagi, Warga 3 Kelurahan Dihantui Ketakukan

2 Pemuda Surabaya Ini Curi HP Dicas, Dijual Lewat Facebook: Hasilnya Dibagi Buat Senang-senang

Jadwal Final Liga Eropa, Sevilla vs Inter Milan, Sabtu 22 Agustus 2020, Live SCTV

Aktivitas bongkar muat batu bara di wilayah Kecamatan Gresik hanya ada di GJT. Tentu saja hal ini jelas melanggar kesepakatan di DPRD Gresik bersama warga pada Selasa (18/8) lalu.

Kesepakatan tersebut yang kedua kalinya. Pertama pada beberapa bulan lalu berhenti beroperasi setelah diputuskan ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani untuk segera relokasi dari wilayah Gresik kota ke kawasan industri Maspion.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama GJT, Rudy Djaja Saputra enggan menanggapi secara gamblang apakah pihaknya masih beroperasi atau 100 persen berhenti beroperasi. Sebab, warga sekitar yang berada di tiga kelurahan Kemuteran, Kroman dan Lumpur bersikeras menolak aktivitas bongkar muat batu bara GJT.

Padahal saat beroperasi, armada batu bara GJT melintasi Jalan R.E Martadinata yang berada di tiga kelurahan padat penduduk tersebut.

“Maaf kami yang hanya penyewa di pelabuhan Gresik milik Pelindo di tegur bukan sebagai pihak yang bisa memberikan keterangan keluar. Mungkin sebaiknya menghubungi General Manager (GM) Pelindo,” kata Rudy melalui pesan singkat.

GM Pelindo III Cabang Gresik, Sugiono belum bisa dikonfirmasi sama sekali. Dihubungi melalui sambungan seluler dan pesan singkat, Sugiono belum merespon hingga berita ini diturunkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, Nanang Setiawan mengaku kaget jika armada batu bara diduga dari GJT nekat melintasi jalan kota. Pihaknya mengaku sudah ada rambu yang dipasang. Bahwa truk dilarang melintas karena bukan kelas jalan.

“Tidak ada koordinasi sama sekali dengan kami (Dishub). Itu jelas bukan kelas jalannya, jika ketahuan akan kami tilang," pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Diketahui, GJT sempat berhenti beroperasi beberapa bulan lalu. Kemudian aktivitas kembali pada Rabu (12/8) pagi dengan panjagaan ketat dari Polisi. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved