Breaking News:

Virus Corona di Blitar

Blitar Zona Oranye: Belum Mulai Pembelajaran Tatap Muka, Antisipasi Sekolah Jadi 'Klaster Baru'

Siswa SD dan SMP di Kota Blitar belum melaksanakan pembelajaran tatap muka. Masih masuk zona oranye Covid-19: tak mau sekolah jadi klaster baru.

SURYA/SAMSUL HADI
Kondisi sarana tempat cuci tangan di SDN Bendogerit 2 Kota Blitar, Jumat (21/8/2020). Meski belum melaksanakan belajar tatap muka, Dinas Pendidikan meminta sekolah tetap menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan di sekolah. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Pendidikan Kota Blitar belum membuka kembali pembelajaran tatap muka di sekolah untuk siswa SD dan SMP pada masa new normal.

Sebab, Kota Blitar masih masuk zona oranye penyebaran virus Corona ( Covid-19 ).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Priyo Suhartono mengatakan Pemkot Blitar tetap patuh dengan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri soal pembukaan kembali pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19.

Sinopsis Dari Jendela SMP Episode 77 Jumat 21 Agustus 2020, Tayang di SCTV, Streaming di Sini

Diminta Netizen Ceraikan Jerinx SID karena Menyusahkan, Nora Alexandra Miris: Mencaci Menghina

Sesuai SKB empat menteri, yaitu, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama menyebutkan pembukaan pembelajaran tatap muka di sekolah hanya diperbolehkan untuk daerah yang penyebaran Covid-19 masuk zona kuning dan zona hijau.

Itupun harus ada izin dari orang tua.

"Kota Blitar saat ini masih masuk zona oranye penyebaran Covid-19. Kami tidak bisa gegabah membuka pembelajaran tatap muka di sekolah. Kami tetap menerapkan pembelajaran dari rumah," kata Priyo, Jumat (21/8/2020).

Kabar Baik dari Alexis Sanchez Jelang Final Liga Eropa, Sinyal Formasi Anyar Antonio Conte?

Nasib Tragis Bocah di Surabaya Dicabuli Saat Tunggu Guru Ngaji di Musala, Simak Pengakuan Pelaku

Dikatakannya, Dinas Pendidikan tidak mau mengambil risiko yang membahayakan kesehatan anak, orang tua, dan tenaga pendidik jika membuka kembali pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19.

Dinas Pendidikan juga tidak ingin terjadi klaster penyebaran Covid-19 di sekolah.

"Kami tahu siswa dan orang tua jenuh dengan sistem pembelajaran dari rumah. Tapi, situasi seperti ini juga buka keinginan kami. Kami minta orang tua bersabar dulu, ini demi kesehatan dan keselamatan bersama," ujarnya.

Menurutnya, untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan belajar secara daring dari rumah, Dinas Pendidikan mulai memberikan bantuan paket data internet kepada siswa maupun orang tua.

Bantuan paket data internet untuk Agustus dan September bersumber dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Dinas Pendidikan juga mengusulkan dana bantuan paket data internet yang bersumber dari APBD untuk Oktober, November, dan Desember.

"Itu salah satu bentuk dukungan kami untuk memperlancar pelaksanaan pembelajaran secara daring dari rumah," katanya. (sha)

Penulis: Samsul Hadi

Editor: Heftys Suud

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved