Breaking News:

Virus Corona di Blitar

Masih Zona Oranye, Siswa SD dan SMP di Kota Blitar Belum Ada Pembelajaran Tatap Muka

Dinas Pendidikan Kota Blitar belum membuka kembali pembelajaran tatap muka di sekolah untuk siswa SD dan SMP pada masa new normal.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL HADI
Sejumlah siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Kota Blitar, Selasa (18/8/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Dinas Pendidikan Kota Blitar belum membuka kembali pembelajaran tatap muka di sekolah untuk siswa SD dan SMP pada masa new normal.

Sebab, Kota Blitar masih masuk zona oranye penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Priyo Suhartono mengatakan Pemkot Blitar tetap patuh dengan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri soal pembukaan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah pada masa pandemivirus Corona atau Covid-19.

Sesuai SKB empat menteri, yaitu, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama menyebutkan pembukaan pembelajaran tatap muka di sekolah hanya diperbolehkan untuk daerah yang penyebaranvirus Corona atau Covid-19 masuk zona kuning dan zona hijau. Itupun harus ada izin dari orang tua.

"Kota Blitar saat ini masih masuk zona oranye penyebaran Covid-19. Kami tidak bisa gegabah membuka pembelajaran tatap muka di sekolah. Kami tetap menerapkan pembelajaran dari rumah," kata Priyo kepada TribunJatim.com, Jumat (21/8/2020).

Ayah Cakra Khan Meninggal Dunia, Sang Manajer Benarkan Kabar Duka Itu: Stroke Sudah Satu Tahun Ini

Tingkatkan Okupansi Penumpang, KAI Daop 8 Surabaya Tebar Promo Tiket Diskon 50 Persen

Niat Busuk Pria Surabaya Cabuli 2 Bocah saat Ngaji di Musala, Iming-iming Rp 3 Ribu, Lihat Nasibnya

Dikatakannya, Dinas Pendidikan tidak mau mengambil risiko yang membahayakan kesehatan anak, orang tua, dan tenaga pendidik jika membuka kembali pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19. Dinas Pendidikan juga tidak ingin terjadi klaster penyebaran virus Corona atau Covid-19 di sekolah.

"Kami tahu siswa dan orang tua jenuh dengan sistem pembelajaran dari rumah. Tapi, situasi seperti ini juga buka keinginan kami. Kami minta orang tua bersabar dulu, ini demi kesehatan dan keselamatan bersama," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Menurutnya, untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan belajar secara daring dari rumah, Dinas Pendidikan mulai memberikan bantuan paket data internet kepada siswa maupun orang tua. Bantuan paket data internet untuk Agustus dan September bersumber dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Dinas Pendidikan juga mengusulkan dana bantuan paket data internet yang bersumber dari APBD untuk Oktober, November, dan Desember.

"Itu salah satu bentuk dukungan kami untuk memperlancar pelaksanaan pembelajaran secara daring dari rumah," katanya. (sha/Tribunjatim.com)

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved