Breaking News:

Terjadi 4 Kecelakaan di Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu Selama Agustus di Wilayah Daop 7 Madiun

Telah terjadi empat kejadian di perlintasan kereta api selamaAgustus, dua di antaranya kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan pengguna jalan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Pipin Tri Anjani
Istimewa/TibunJatim.com
Satu di antara perlintasan jalan yang melewati rel kereta api tanpa palang pintu yang ditutup petugas dengan memasang pagar pembatas. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Masih adanya perlintasan rel KA tanpa penjaga dan kurang tertibnya pengendara saat melewati perlintasan membuat potensi terjadinya kasus kecelakaan kereta api.

Terlebih saat ini frekuensi perjalanan Kereta Api kembali normal.

“Pada Bulan Agustus ini, telah terjadi empat kejadian di perlintasan sebidang. Dua kejadian merupakan kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan pengguna jalan, sedangkan dua lainnya adalah pintu perlintasan yang di tabrak oleh pengendaran kendaraan,” jelas Ixfan Hendriwintoko, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Sabtu (22/8/2020).

Sementara selama 2020, tercatat ada 31 kejadian di perlintasan sebidang.

Perjuangan Dinda Beli Obat Sang Ibu, Sehari Kuat Layani 8 Tamu Seusia Sang Ayah: Sakit Mah Tetep

Ketemu Sudah Pemilik Mobil Kijang Biru Penghalang Ambulans Bawa Pasien Kritis, Fakta Beda Didapat

Apalagi semenjak jalur ganda Jombang–Madiun sampai dengan Stasiun Walikukun di Ngawi sudah tersambung akhir 2019, KA bisa lewat dari kanan maupun kiri secara bersamaan.

Sehingga, adanya perlintasan sebidang, harus ditutup atau dibuat tidak sebidang.

Diungkapkan Ixfan, sesuai pasal 94 UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, dalam ayat 1 disebutkan bahwa perlintasan sebidang yang tidak berizin harus di tutup.

Dan di ayat 2 dikatakan, yang bertanggung jawab terkait penutupan tersebut adalah pemerintah, sesuai dengan kelas jalannya.

Tidak hanya itu, bagi para pengguna jalan yang akan melewati perlintasan sebidang, terdapat panduannya dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di pasal 114 yang berbunyi “Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu mulai ditutup, dan atau isyarat lain. Mendahulukan kereta api, dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas di rel”

Nasib Tragis Bocah di Surabaya Dicabuli Saat Tunggu Guru Ngaji di Musala, Simak Pengakuan Pelaku

Diungkapkan, di wilayah Daop 7 Madiun, terdapat 219 perlintasan sebidang yang resmi. Dengan rincian 76 dijaga oleh KAI, 3 perlintasan di jaga oleh pemkab, dan 110 lainnya tidak terjaga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved