Breaking News:

Kondisi 42 Karyawan Pabrik Rokok di Probolinggo yang Terpapar Covid-19 Stabil, Karantina di 2 Tempat

Kondisi 42 karyawan pabrik rokok PT Secco Nusantara (SN) yang terkonfirmasi Covid-19, hingga saat ini stabil.

Tribunnews
Penanganan pasien Corona di Indonesia 

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Kondisi 42 karyawan pabrik rokok PT Secco Nusantara (SN) yang terkonfirmasi Covid-19, hingga saat ini stabil.

Mereka saat ini sedang dalam proses karantina di dua tempat.

31 karyawan yang merupakan warga Probolinggo, dikarantina di rumah sehat di Kecamatan Dringu. Sedangkan 11 karyawan lain yang berasal dari luar kota dikarantina mandiri di rumah milik perusahaan.

"Seluruh pasien berada dalam penanganan maksimal oleh tim kesehatan. Diharapkan, dari hasil tes swab ulang situasinya sudah lebih baik," kata dr Shodiq Tjahjono MMKes, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 Kabupaten Probolinggo, dalam rilisnya, Senin (24/8/2020).

42 Pegawai Positif Covid-19, Operasional Pabrik Rokok di Probolinggo Masih Jalan, Lihat Sikap Satgas

Probolinggo Geger, Dua Pria Tews Seusai Adu Celurit, Bermula dari Dendam Kesumat

Seperti diketahui, segera setelah hasil rapid test dan tes swab mandiri yang dilakukan perusahaan, PT SN mengkonfirmasi 42 karyawan yang terpapar Covid-19.

Gugus Tugas Probolinggo telah melakukan tes swab ulang yang sampelnya dikirim ke Surabaya.

Jika hasil tetap sama dengan hasil swab mandiri yang dilakukan perusahaan, menurut dr Shodiq, pihaknya akan memaksimalkan langkah-langkah yang lain.

Di antaranya, melanjutkan upaya penelusuran (tracing) untuk memutus rantai penularan.

Akhirnya Calon Mantu Idaman Umi Kalsum Bocor, Sosok Jauh Bukan Artis, Ayu Ting Ting Siap Dipinang?

"Kami berharap tidak ada lagi karyawan atau keluarganya yang terpapar. Stop sampai di sini, " ujarnya.

Kepala Seksi Personalia General Affair dan Keuangan PT SN Ahmad Nur Susilo, menambahkan, pihaknya terus memonitor perkembangan karyawan yang berada dalam perawatan di rumah sehat.

"Setiap hari kami selalu melakukan koordinasi, minimal melalui telepon, untuk mengetahui perkembangan kondisi mereka," jelas Ahmad.

Selain untuk memberikan motivasi dan meyakinkan mereka bahwa kondisi akan lebih baik, koordinasi dengan karyawan juga diperlukan untuk menyampaikan laporan kepada pihak keluarga.

"Kami semua tentu ingin pandemi ini segera berlalu, sehingga aktivitas pabrik kembali normal," jelas Ahmad.(SURYA/Sri Handi Lestari).

Editor: Pipin Tri Anjani

Sebanyak 5 Napi Lapas Klas-IIB Mojokerto Positif Covid-19, Ditempatkan di Ruang Khusus Karantina

Dirujuk Kembali ke RS karena Kondisi Belum Pulih, Eks Pasien Covid-19 di Ponorogo Minta Pulang

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved