Breaking News:

Nihil, Pencarian Hari Kedua Nelayan Trenggalek yang Hilang di Laut, Penyebabnya ini

Pencarian hari kedua Karyanto (38) seorang nelayan yang tenggelam di perairan pantai selatan Trenggalek, Jawa Timur belum membuahkan hasil.

SURYA/M SUDARSONO
BPBD saat melakukan pencarian nelayan hilang 

 TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pencarian hari kedua Karyanto (38) seorang nelayan yang tenggelam di perairan pantai selatan Trenggalek, Jawa Timur  belum membuahkan hasil.

Dalam proses pencarian, tim yang terdiri dari berbagai unsur terkendala gelombang yang relatif tinggi.

Gelombang tinggi di pesisir utara maupun selatan saat ini memang menjadi perhatian khusus berbagai pihak untuk mengantisipasi adanya kecelakaan laut.

Di pesisir selatan, tinggi gelombang bisa mencapai empat meter.

Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek Yoni Fariza menjelaskan, pencarian hari kedua melibatkan dua perahu.
Dalam pencarian hari pertama, tim Basarnas dan pihak lain yang membantu hanya menggunakan satu perahu karet.

"Untuk hari ini satu perahu karet dan satu perahu slerek milik nelayan," ucap Yoni Fariza kepada TribunJatim.com, Kamis (27/8/2020).

Terbongkar Alasan Rizki DAcademy Hapus Foto Pernikahan? Suami Nadya Ungkit Titik Terang: Doain Aja

Nadiem Makarim Jamin Tak Ada Mahasiswa yang di DO karena Tak Mampu Bayar UKT: Itu Komitmen Kami

Khofifah Belum Berencana Membuka Gedung Bioskop di Jatim

Dalam pencarian itu, kata Yoni, tim telah menyusuri mulai dari perairan Prigi menuju arah barat ke perairan Munjungan.
Rute tersebut merupakan area di sekitar lokasi saat nelayan asal Desa Tawing, Kecamatan Munjungan itu tenggelam.

Diberitakan sebelumnya, Karyanto (38) adalah motoris yang bertugas menggerakkan mesin kapal jenis slerek.
Saat kejadian, kapal nelayan itu bergerak di sekitar perairan Munjungan dekat wilayah laut Prigi.

Ketika para nelayan hendak melemparkan jaring, talinya mengenai sang motoris hingga menyebabkannya jatuh ke laut.

“Informasi yang kami terima, korban bisa berenang. Jadi kemungkinan korban ketika jatuh ke laut dalam posisi pingsan,” kata Yoni Fariza kepada TribunJatim.com.

Ketika mencari ikan, para nelayan umumnya menggunakan dua perahu slerek. Satu perahu untuk melempar dan satu perahu lain untuk menarik jaring.

Sehingga ketika kejadian, nelayan yang ikut mencari ikan saat itu ada beberapa orang. Namun, hanya seorang nelayan saja yang menjadi korban dalam musibah tersebut.

Proses pencarian korban melibatkan beberapa puluhan orang. Mereka meliputi petugas Pos Basarnas Trenggalek, Syahbandar, Posmat AL, Polair, Pokmawas Prigi dan Munjungan, PSDKP Prigi, serta nelayan setempat. (aflahulabidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved