Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Pasien Positif Covid-19 Bertambah 10 dalam Enam Hari, Bangkalan Kembali ke Zona Oranye

Wakil Bupati Bangkalan, Muhni mengungkapkan, perubahan warna zona merupakan mutlak keputusan pemerintah pusat melalui tim dari Kementerian Kesehatan.

Istimewa/TibunJatim.com
Tampilan Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan, Rabu (26/8/2020) malam kembali ke Zona Oranye setelah selama enam hari berstatus Zona Kuning. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Selama enam hari terhitung 20-25 Agustus 2020, Kabupaten Bangkalan  Madura berstatus zona kuning atau teridentifikasi sebagai kawasan beresiko rendah terkait penyebaran Covid-19.

Namun selama itu pula, terjadi penambahan pasien positif Corona sejumlah 10 orang. Sebanyak 5 pasien di antaranya tercatat pada Sabtu (22/8/2020).

Status zona kuning terakhir yakni pada Senin (25/8/2020) dengan total pasien sejumlah 409 orang atau bertambah satu orang dari sehari sebelumnya.

Misteri Anak Gadis Putri Diana dari Pangeran Charles, Hidup dengan Identitas Rahasia: Mirip Ibunya

Bukan Fadel Islami, Sosok yang Bakal Ketiban Harta Warisan Muzdalifah Terkuak, Mencegah Perpecahan

Status zona oranye atau teridentifikasi sebagai kawasan beresiko sedang, kembali muncul dalam Update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan pada Rabu (26/8/2020) malam.

Jumlah pasien positif di berada angka 411 orang. Sedangkan pasien sembuh terdata sejumlah 304 orang atau bertambah dua orang dari sehari sebelumnya.

Wakil Bupati sekaligus Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bangkalan, Muhni mengungkapkan, perubahan warna zona merupakan mutlak keputusan pemerintah pusat melalui tim dari Kementerian Kesehatan.

"Kita bangga hingga lalai setelah naik ke yang lebih baik (zona oranye ke zona kuning). Lupa daratan dan tidak mengindahkan tiga hal, akhirnya berubah lagi (ke zona oranye)," ungkap Muhni kepada Surya (Grup TribunJatim.com), Kamis (27/8/2020).

Rizky Billar Emosi Diramal Denny Darko, Gebetan Lesty Ngaku Jengah, Bahas Orang Ketiga: Sok Tahu!

Tiga hal yang dimaksud Muhni adalah tiga protokol kesehatan, memakan masker, jaga jarak, dan sering mencuci tangan.

Ia mengimbau, masyarakat Bangkalan tetap menjaga perilaku sering cuci tangan, menjaga jarak, memakai masker dalam kesempatan apapun kecuali sedang sendirian.

Sebelumnya, Pemkab Bangkalan menerbitkan Petaturan Bupati (Perbub) Nomor 63 Tahun 2020 sebagai perubahan terhadap Perbup Nomor 46 Tahun 2020 tentang Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Belasan Warga Kota Batu Terjaring Razia Penegakan Protokol Kesehatan, Sanksi Menanti

Dalam Perbup Nomor 63 tersebut ditambahkan poin sanksi membersihkan sarana dan fasilitas umum (fasum) terhadap warga yang kembali melanggar disiplin protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Bupati sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Bangkalan RK Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) dalam Pencanangan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Pendapa Agung Bangkalan, Senin (24/8/2020).

"Sebenarnya kami menjaga masyarakat. Artinya menginginkan masyarakat memakai masker, bukan soal denda," pungkas Muhni. (SURYA/Ahmad Faisol)

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved