Dampak Covid-19, Pendapatan Masyarakat Batu Turun, Pemkot Batu Percepat Belanja Daerah
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Batu Suhartono menjelaskan pihaknya telah melakukan survei pada 20 Juli 2020 sampai 19 Agustus 20
Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pandemi Covid-19 belum berakhir di Indonesia. Wabah ini tidak hanya memukul sektor kesehatan, melainkan juga perekonomian. Di Kota Batu, pendapatan warga mulai turun karena pandemi Covid-19.
Hal itu terungkap dari hasil survei pendapatan tingkat keluarga untuk pengkajian kebutuhan pasca wabah pandemi Virus Corona atau Covid-19.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Batu Suhartono menjelaskan pihaknya telah melakukan survei pada 20 Juli 2020 sampai 19 Agustus 2020.
Responden yang disurvei sebanyak 379 orang, yang terdiri atas 228 pria dan 151 perempuan. Hasilnya, sebesar 91% responden mengaku kondisi ekonominya merosot.
"Sebanyak 91% responden mengaku penghasilannya turun. 8% tidak terpengaruh dan 1% tidak menjawab," tegasnya kepada TribunJatim.com.
Yang paling terdampak ialah kepala keluarga perempuan dengan persentasenya 34%. Adapun 59% responden memiliki anggota keluarga sebanyak tiga sampai lima orang. Pendidikan mereka mulai lulus SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi. Sedangkan pekerjaan kepala keluarga yang disurvei merata mulai pekerja swasta, petani, pedagang sampai aparatur sipil negara, TNI dan Polri.
• Bocor Kenangan Pahit Raffi Soal Ahmad Dhani 20 Tahun Lalu, 1 Sikap Buat Sakit Hati: Dia Tiba-tiba
• Kampanye Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru, Kapolda Dan Wali Kota Surabaya Bagikan Masker
• Soal Batalnya Uji Coba Konser New Normal Ari Lasso, Gubernur Khofifah Ungkap Fakta: Tidak Mudah
Hasil survei mengungkapkan 50% responden mengaku pendapatan keluarga tadinya Rp2,5 juta per bulan, sejak wabah covid-19 turun rata-rata Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta per bulan. Adapun keluarga yang pendapatannya turun di atas Rp1,5 juta mencapai 30%.
"Keluarga yang pendapatannya turun itu semula suami-istrinya yang sama-sama bekerja. Setelah wabah Covid-19 yang bekerja hanya satu orang," ujar Suhartono, Kamis (10/9/2020).
Bahkan ada yang keduanya tidak bekerja alias menganggur. Sebagian besar responden mengaku sumber cadangan keluarga juga terganggu. Untungnya ada tabungan bisa untuk menutup kebutuhan keluarga.
Mereka yang terdampak Covid-19 berharap ada bantuan dari pemerintah. Bantuan untuk pemulihan ekonomi dan usaha yang diharapkan itu seperti bantuan peralatan, permodalan, keterampilan, pelatihan, pemulihan UMKM dan pemasaran. Selain itu, warga meminta bantuan kebutuhan hidup dasar berupa sembako.
Secara rinci, lanjutnya, sebanyak 60% responden minta bantuan modal. Stimulus itu berupa kemudahan kredit dan pinjaman lunak. Sebanyak 10% responden minta akses pasar seperti sebelum pandemi, 11% butuh keterampilan, 8% minta bantuan peralatan, 2% tidak menjawab dan 1% menjawab lain-lain.
Menurut Suhartono, survei dilakukan sebagai dasar bertindak dan untuk mengambil kebijakan. Hasil survei itu nantinya diteruskan kepada organisasi perangkat daerah dalam upaya pemulihan ekonomi.
"Harapan kami, semoga OPD terkait segera menindaklanjuti," pungkasnya.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M Chori menerangkan, setelah perubahan aanggaran keuangan (PAK) disetujui, maka Peemkot Batu akan melakukan belanja pemerintah. Hal itu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Bagaimana sekarang memanfaatkan belanja pemerintah. Kami akan mempercepat itu. Kedua bagaimana sedapat mungkin program kegiatan bisa penggunakan swakelola. Sehingga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyatakat," kata Chori.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wali-kota-batu-dewanti-rumpoko-tanam-porang.jpg)