Breaking News:

Pilkada Kota Pasuruan

Politisi Senior Sebut Gus Ipul Pantas Pimpin Kota Pasuruan, Ini Alasannya

Pudjo Basuki, salah satu tokoh masyarakat dan politisi senior menyebut bahwa Kota Pasuruan membutuhkan figur pemimpin yang memiliki kapabilitas

TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
Gus Ipul-Mas Adi saat mendaftar di KPU Kota Pasuruan, Minggu (6/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pudjo Basuki, salah satu tokoh masyarakat dan politisi senior menyebut bahwa Kota Pasuruan membutuhkan figur pemimpin yang memiliki kapabilitas dan kemampuan.

"Kalau melihat kondisi riil di Kota Pasuruan saat ini, dibutuhkan figur yang memiliki kemampuan dalam tata kelola pemerintahan, bukan figur pemimpin yang hanya modal nekat saja," kata Pudjo Basuki, Jumat(11/9/2020).

Dia menjelaskan, syarat itu menjadi mutlak. Dikatakan dia, dari dua figur calon Walikota Pasuruan yang ada, terlepas dari kepentingan partai dan lainnya, Gus Ipul layak memimpin Kota Pasuruan.

Mantan Wakil Walikota Pasuruan dua periode ini menerangkan, salah satu contoh kasusnya adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pasuruan yang sangat kecil, dan realitanya semakin tahun semakin dipangkas.

"Sumber pendanaan di Kota Pasuruan ini didominasi dari anggaran pemerintah pusat dalam bentuk DAU, DAK, dan sebagainya. Kalau hanya mengandalkan itu, kapan bisa maju Kota Pasuruan ini," terangnya kepada TribunJatim.com.

Pudjo menjelaskan, kalau hanya berkutat di itu - itu saja, Kota Pasuruan selamanya tidak akan pernah maju. Baginya, Pilwali Kota Pasuruan sekarang, saatnya mencari pemimpin yang bisa membuat terobosan untuk kemajuan Kota Pasuruan.

Asyik Layani Tamu, PSK di Tuban Semburat Saat Petugas Merazianya

Lagi, Pasangan Gus Yani – Ning Min Dapat Dukungan Pemuda Pancasila di Pilkada Gresik

Menurut dia, dari track record yang ada, PAD Kota Pasuruan dipangkas dari yang awalnya Rp 1,2 Triliun, menjadi Rp 843 Miliar. Dijelaskannya, lemahnya perencanaan sehingga Kota Pasuruan tidak bisa menghabiskan anggaran.

"Dianggap tidak bisa melaksanakan kegiatan karena lemahnya perencanaan, sehingga bantuan dana dari sumber pendanaan dipangkas. Ini yang perlu disikapi," sambung dia.

Disampaikan Pudjo, tidak bisa masyarakat Kota Pasuruan dipimpin dengan figue pemimpin yang seperti ini. Yang menjadi skala prioritas sekarang, bukan lagi kepentingan partai, tapi memilih pemimpin untuk Kota Pasuruan.

"Saya ambil keputusan ini dengan segala resiko. Saya kira Gus Ipul pantas memimpin Kota Pasuruan dengan koneksinya yang cukup, dan sangat berpengalaman dalam penataan kota. Gus Ipul lebih kapabel dibandingkan calon lain," tutur dia kepada TribunJatim.com.

Ia mengaku tidak melihat Gus Ipul turun kasta atau apapun itu. Pudjo murni hanya melihat Gus Ipul adalah figur yang berpengalaman dan pas jika menjadi Walikota Pasuruan.

"Saya kira, Gus Ipul yang paling siap dan kita harapkan bisa memimpin kota pasuruan lebih baik dan membawa perubahan," tutur dia.

Pudjo pun yakin, Gus Ipul bisa menggali potensi dari segala sektor. Jika potensi yang ada dikembangkan dan dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan berdampak besar terhadap perwajahan kota. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved