Breaking News:

Virus Corona di Banyuwangi

Hari Ini Karantina Ponpes Darussalam Blokagung Usai, Santri Balik Makan Sayur Pepaya, 'Kita Belajar'

Masa karantina klaster virus Corona di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi usai. Santri balik ke kebiasaan lama. 'Kita belajar'

SURYA/HAORRAHMAN
Situasi di dapur umum Pondok Pesantren Blokagung, 2020. 

TRIBUNAJTIM.COM, BANYUWANGI - Masa karantina klaster virus Corona ( Covid-19 ) Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi, resmi berakhir Sabtu (12/9/2020).

Kini santri Ponpes Blokagung harus kembali pada kebiasaan yang lama mereka.

Selama 14 hari dikarantina sejak 30 Agustus lalu, kehidupan para santri bisa dibilang "dimanjakan" dengan keberadaan dapur umum.

Gara-gara Rokok, Pangkalan Elpiji di Kota Blitar Meledak, 1 Korban Alami Luka Bakar 25 Persen

BREAKING NEWS: Satu Bakal Calon Pilkada Trenggalek Positif Covid-19 Jalani Isolasi di Luar Kota

Kebiasaan jadwal makan santri yang hanya dua kali sehari, menjadi tiga kali sehari.

"Dengan adanya kasus ini, saya jadi bingung nanti. Takutnya santri nanti minta makan tiga kali sehari, yang biasanya dua kali sehari," canda Nihayatul Wafiroh, juru bicara Ponpes Darussalam, saat penutupan hari terakhir masa karantina, di dapur umum.

Selain itu santri yang biasanya makan jangan kates (sayur pepaya), selama masa karantina santri diberi makan makanan bergizi. Diantaranya telur dan ayam. Belum lagi diberi tambahan buah, sayur, vitamin.

Tingkatkan Keamanan, Permata Bank Tawarkan Fasilitas Digital Token dan Mobile Pin Permata Mobile X

Resmi, PS Hizbul Wathan Dapatkan Striker Muda Persela Lamongan dengan Status Pinjaman

"Tahu sendiri santri makannya bagaimana. Biasanya makan jangan kates, sekarang telur dan ayam," kata Nihaya.

Selama masa karantina, Pemkab Banyuwangi mengadakan dapur umum yang setiap harinya menyediakan 18.000 porsi makanan untuk kebutuhan makan penghuni pondok pesantren tiap hari.

Satu kali makan membutuhkan 6.000 porsi makan, sehingga dalam sehari harus menyediakan 18.000 porsi.

Selain itu, makanan harus memenuhi standar kesehatan. Harus ada nasi, lauk, sayur, dan buah. Kemasannya pun harus nasi kotakan.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved