Breaking News:

Video Pemuda Adu Fisik dengan Petugas Viral di WhatsApp, Polisi Ungkap Fakta di Baliknya

Masyarakat Madiun heboh oleh beredarnya sebuah video, dan jadi viral di media sosial. Video itu memperlihatkan seorang pemuda adu fisik dengan petugas

Istimewa/TibunJatim.com
Tangkapan layar dari cuplikan video yang viral di WhatsApp. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Masyarakat Madiun heboh oleh beredarnya sebuah video, dan jadi viral di media sosial.

Video itu memperlihatkan seorang pemuda adu fisik dengan petugas.

Polisi akhirnya ungkap fakta di baliknya. Apa yang terjadi sebenarnya? Simak fakta selengkapnya!

Video berdurasi sekitar 12 detik beredar di WhatsApp grup menunjukan seorang pemuda beradu fisik dengan petugas di halaman parkir minimarket Indomaret di Jalan Serayu Timur, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Dalam cuplikan video viral tersebut, remaja yang mengenakan celana abu-abu dan baju hitam tampak seperti sedang berusaha menendang, kemudian disergap oleh sejumlah petugas hingga tersungkur.

Wali Kota Risma Pimpin Rapid Test Dadakan di 2 Tempat, Hasilnya 37 Reaktif Covid-19: Bahaya, Sadar!

Kapolsek Taman AKP Setyo Wiyono, ketika dikonfirmasi, Minggu (13/9/2020) siang, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/9/2020) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Setyo mengatakan, saat itu sedang dilakukan patroli penertiban protokol kesehatan oleh petugas gabungan.

Saat melintas di depan Indomaret, petugas melihat ada remaja yang tidak mengenakan masker kemudian menegurnya, namun terjadi adu mulut.

Setyo membantah apabila terjadi adu fisik. Ia mengatakan, peristiwa yang direkam oleh warga tersebut hanya cek-cok atau adu mulut saja.

"Bukan pemukulan, cuma cek-cok aja, ada yang nggak pakai masker, ditegur, hanya salah paham saja. Cuma gontok-gontokan, masalahnya sudah selesai. Sama-sama menyadari kesalahan masing-masing, sudah tidak ada masalah," katanya.

Ia menuturkan, pasca kejadian, petugas membawa remaja berinisial KFK ke Polsek Taman. Kedua belah pihak antara petugas dan remaja, sepakat untuk berdamai.

"Damai, orangtuanya juga datang, justru minta maaf. Memang katanya, anak itu sedikit tempramental," imbuhnya.

Untuk diketahui, Wali Kota Madiun, Maidi telah mengeluarkan Perwali kota Madiun nomor 39 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Namun, dalam isi perwali pada Bab V, pasal 31 mengenai sanksi, tidak diatur tentang sanksi berupa pemukulan, atau tindakan represif dalam bentuk verbal atau kekerasan fisik lainnya. (TRIBUNJATIM.COM/Rahadian Bagus)

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved