Breaking News:

Jalan Rusak, Warga Desa Karangrejo Kecamatan Garum Blitar Tanami Jalan dengan Pohon Pisang

Kesal dengan jalan desanya yang rusak dan tak juga diperbaiki, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur melampiaskan emos

Imam Taufiq/surya
Warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, menanami pohon pisang di jalan desanya karena rusak namun tak juga diperbaiki. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Kesal dengan jalan desanya yang rusak dan tak juga diperbaiki, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur melampiaskan emosinya. Sebab, itu sudah rusak empat tahun, namun sepertinya tak juga ada perhatian dari Pemkab Blitar.

Alasan lainnya, jalan desa yang rusak sepanjang 6 km itu, tiap hari juga dilewati truk yang memuat pasir, dari Sungai Kaliputih, yang juga ada di desa tersebut. Karena itu, Minggu (13/9) malam kemarin, warga melampiaskan kekesalannya dengan menanami pohon pisang di sepanjang jalan desanya yang rusak tersebut.

Total, ada sekitar 100 pohon pisang yang ditanam. Terutama, di jalan yang aspalnya sudah mengelupas dan kini berlubang dengan rata-rata kedalamannya sekitar 20 cm.

Itu cukup membahayakan pengguna jalan karena sering terjadi kecelakaan, terutama pada malam hari. Kebanyakan, itu dialami oleh para pengendara sepeda motor. Tak jarang juga, itu jadi penyebab tabrakan antarsepeda motor karena sama-sama menghindari lubang dan memilih jalan yang aspalnya masih utuh.

"Bahkan, sering terjadi keributan, dan sampai perkelahian antarpengendara. Itu karena rebutan jalan, untuk menghindari lubang," tutur ibu-ibu berusia 38 tahun, yang rumahnya tepat di jalan protokol tersebut.

Papi Rumah Karaoke di Madiun Ngaku Baru 2 Bulan Bisnis Prostitusi, Pasang Harga hingga Rp 1,5 Juta

Viral Pria Ini Datang ke Pernikahan Mantan Istrinya Sambil Gendong Bocah, Pengantin Wanita Menangis

107 Warga Jember Tidak Memakai Masker, Terjaring Saat Satu Jam Operasi Yustisi Masker

Yang memperparah kerusakan jalan, tambah dia, juga dipicu oleh ratusan truk yang melintas setiap hari. Itu mengangkut pasir kali dan batu kali, yang diambil dari Sungai Kaliputih. Namun demikian, itu sepertinya tak ada kompensasi karena sudah dikomunikasikan dengan pihak penambang dan para sopir truk, rupanya tak juga ada solusi. Termasuk, itu juga sudah dilaporkan ke pemkab, namun juga tak ada realisasi.

"Jalan kami ini sudah lama rusak atau sekitar empat tahun lalu. Padahal, dari desa juga menghasilkan tambang pasir dan batu kali, namun kok tak ada timbal balik dari pemkab, untuk memperbaikinya," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Karena tak ada tanggapan itu, akhirnya warga jengkel. Tanpa ada yang mengomando, Minggu kemarin, warga langsung menanami pohon pisang. Itu sebagai bentuk protes warga, yang kesal dengan sikap ketidakpekaan dari para pengusaha tambang, para sopir dan pemkab.

"Sebetulnya, dari pihak desa sudah berkali-kali mengajukan perbaikan jalan ke pemkab, namun entah mengapa kok tak juga direalisasikan," ungkap Pranoto, Plt Kades Karangrejo.

Soal dugaan adanya kompensasi dari pihak penambang, Pranoto mengaku tidak tahu menahu. Sebab, ia mengaku baru hitungan bulan menjabat plt dan sebelum jadi staf Pemkab Blitar.

"Kalau aksi warga itu, ya kami nggak bisa mencegah karena itu juga hak warga. Cuma, kami akan mengkomunikasi agar segera ada perhatian dari pemkab," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Memang, tak ada yang berani membersihkan tanaman pohong pisang, yang ditanam di sepanjang jalan itu. Namun, anehnya, truk pasir itu masih berani melintas selama dua hari ini, meski agak berhati-hati karena khawatir menabrak pohon pisang.

"Kalau berani menabrak pohon pisang itu, ya urtusan dengan warga," tutur pria berusia 42 tahun, yang rumahnya di tepi jalan rusak itu.

Menanggapi hal itu, Sugianto, ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, akan menyampaikan ke dinas PUPR, agar segera diperbaiki. Sekalian, ia juga menyayangkan kelambatan pemkab, yang tidak tegas terhadap para penambang dan pengusaha angkutan truk.
"Semestinya, kan ada konstribusi dari para pengusaha itu. Namun demikian, kami tetap akan mengusulkannya, agar segera diperbaiki," tegas anggota dewan dari Gerindra.(fiq/Tribunjatim.com)

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved