Breaking News:

Uji coba KBM Tatap Muka Lembaga SD/SMP di Sampang Mendapatkan Ketentuan Berbeda, Ini Alasannya

Lembaga sekolah Sampang mendapat ketentuan khusus dalam menjalankan uji coba KBM tatap muka terbatas di tengah pandemi Covid-19.

TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sampang, Teguh Suparyanto saat ditemui ke ruangannya, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Lembaga sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang yang berada di wilayah Kecamatan Kota Sampang Madura mendapat ketentuan khusus dalam menjalankan uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas di tengah pandemi Covid-19.

Ketentuan tersebut berupa jumlah kehadiran siswa untuk mengikuti uji coba KBM tatap muka lebih sedikit dibandingkan dengan lembaga SD/SMP di wilayah kecamatan lainnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sampang, Teguh Suparyanto mengatakan, bahwa di lembaganya jumlah siswa yang masuk setiap harinya untuk mengikuti KBM tatap muka sebanyak 25% siswa dari jumlah keseluruhan.

Sosok Kakak Kandung Dory Harsa Jarang Disorot, Ipar Nella Cantik Berhijab, Pekerjaan Tak Sembarangan

Bawa Masker Tapi Dikantongi, 16 Warga Trenggalek Bayar Denda Rp 50 Ribu, Kapolres Harap: Sadar

Sedangkan, untuk wilayah kecamatan lainnya diberlakukan 50% dari jumlah siswa yang ada.

Ketentuan jumlah itu bukan dibentuk sendiri olehnya melainkan, dari Dinas Pendidikan Sampang sehingga, lembaga sekolah yang ada di Kecamatan Sampang juga menerapkannya.

"Jumlah pembatasan siswa yang hanya 25% mengikuti KBM setiap harinya ditentukan karena wilayah Kecamatan Sampang masih zona orange," ujarnya kepada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com),  Senin (14/9/2020).

Kendati demikian, pada setiap harinya kata Teguh Suparyanto semua siswa SMP Negeri 1 Sampang tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar meskipun, 75% siswa diantaranya melalui daring.

Akhirnya Nella Kharisma Bertemu Kakak Dory Harsa, Momen Pernah Terekspos, Ipar Sang Biduan Welcome

"System yang digunakan secara bergantian namun, bagi siswa mendapatkan giliran dirumah tetap menjalankan KBM dengan cara daring dan disitu diajarkan oleh guru yang sama.

Sehingga, guru pengajar mata pelajaran terkait mengajar dua kelas yakni daring dan luring, memang ribet tapi ingat harus dijalankan dari pada mengambil resiko," terang Teguh Suparyanto.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Nor Alam menyampaikan, memang bagi siswa di sejumlah lembaga sekolah wilayah Kecamatan Sampang menerapkan 25% siswa menjalankan KBM tatap muka setiap harinya.

Halaman
12
Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved