Breaking News:

Pemutihan Denda Keterlambatan Pajak Kendaraan di Masa Pandemi Covid-19 Diminati Warga Jawa Timur

Minat masyarakat Jawa Timur terhadap program pembebasan denda keterlambatan pajak kendaraan bermotor saat pandemi Covid-19, cukup tinggi.

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pemutihan Pajak Daerah tahun 2020 khusus warga Jawa Timur. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Minat masyarakat Jawa Timur terhadap program pembebasan denda keterlambatan pajak kendaraan bermotor yang digelar Pemprov Jawa Timur saat pandemi virus Corona ( Covid-19 ), cukup tinggi.

Hal tersebut tampak dari animo wajib pajak melakukan pembayaran pajak di program pemutihan yang digelar sejak awal bulan September hingga hari ini, Rabu (16/9/2020).

Berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda Jawa Timur, hingga hari hari telah tercatat sebanyak 81.526 wajib pajak yang telah memanfaatkan program pemutihan.

Rinciannya terdiri dari pembebasan Bea Balik Nama (BBN) II sebanyak 30.427 wajib pajak, pembebasan denda keterlambatan pajak kendaraan bermotor sebanyak 1.321 wajib pajak, dan juga daftar ulang sebanyak 49.778 wajib pajak.

Plt Kepala Bapenda Jawa Timur, Mohammad Yasin mengatakan, antusiasme masyarakat Jawa Timur dalam memanfaatkan program ini turut mendorong pendapatan Provinsi Jawa Timur.

Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur Telah Menjangkau 24 Kampung dan 10 Perusahaan

"Atas arahan ibu gubernur, Pemprov Jatim telah memberi insentif atau jumlah PKB yang dibebaskan sebesar Rp 13,766 miliar kepada wajib pajak. Namun, dari pemutihan tersebut pemprov berhasil menerima pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 40,145 miliar," kata Yasin.

Berdasarkan rekapan data tersebut, dikatakan Yasin, peminat program ini lebih banyak justru kendaraan luar provinsi yang dibaliknama ke Provinsi Jawa Timur.

Tercatat selama 15 hari program pemutihan ini berjalan, sudah ada 2.480 obyek kendaraan yang didaftarkan ke Jawa Timur, yakni terdiri dari 632 kendaraan roda dua, dan 1.848 kendaraan roda empat.

Gubernur Khofifah Sebut Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Jawa Timur Sangat Cukup, Okupansi Rendah

Hal ini menjadi tanda positif bahwa balik nama kendaraan ini akan menambah potensi dan wajib pajak kendaraan bermotor di Jawa Timur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved