Breaking News:

Ekskavasi Situs Candi Patakan di Lamongan Berlanjut, BPCB Trowulan Pasang Tiang Jaga Situs Tak Roboh

Proses ekskavasi situs purbakala Candi Patakan yang diperkirakan berasal dari masa Airlangga di Desa Patakan, Lamongan kembali dilanjutkan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/HANIF MANSHURI
Persiapan tim BPCB sebelum dimulai ekskavasi di lokasi candi 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Proses ekskavasi situs Candi Patakan yang diperkirakan berasal dari masa Airlangga di Desa Patakan, Kecamatan Sambeng Lamongan kembali dilanjutkan.

Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Mojokerto akan kembali melakukan ekskavasi terhadap situs ini.

Saat ini arkeolog BPCB Trowulan tengah memasang rangka tenda, tiang serta atap di atas bangunan utama candi.

Hasil Swab Test, Dipastikan 36 Santri Ponpes di Babat Lamongan Positif Covis-19

Pekerja Serabutan di Lamongan Nekat Curi Kotak Amal, Kepergok Saat Hitung Uang Hasil Curian

Puluhan Santri di Lamongan Diisolasi karena Positif Covid-19, Satgas Juga Tracing Keluarga Santri

"Target kita tahun ini bisa membuka bagian tengah atau bangunan utama, " kata arkeolog BPCB Trowulan Wicaksono Dwi Nugroho pada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Tapi karena takut roboh dan terendam air maka dipasang atap dan tiang dulu di bangunan tengah.

Setelah proses pemberian atap di bangunan utama selesai, menurut Wicaksono, proses pembukaan bagian dalam candi bisa dilakukan.

Pembukaan bagian tengah atau bagian utama dilakukan untuk mengetahui isi bangunan tengah tersebut, diantaranya, jumlah bilik atau juga kemungkinan adanya arca yang terpendam di dalam reruntuhan candi.

Jika benar di dalamnya terdapat arca, berarti bangunan ini candi tapi kalau tidak ada arca di dalamnya, itu bangunan rumah ibadah atau wihara. " Target tahun ini yang akan coba kita cari tahu," ungkapnya.

Diungkapkan Wicaksono, temuan awal menunjukkan bangunan candi yang diperkirakan dari masa Airlangga ini adalah bangunan rumah ibadah dengan stupa.

Pada ekskavasi tahun 2019 lalu, banyak temuan menarik di situs Candi Patakan ini diantaranya, adalah penggunaan pasak sebagai pengait antar batu candi, takikan atau pengait antar batu candi dan temuan batu merah yang dipadukan dengan batu warna lain.

Selain menemukan penggunaan teknologi tepat guna dan jenis batu merah, pada ekskavasi tahun 2019 lalu juga banyak ditemukan pecahan keramik, uang kepeng dan juga sarung keris dari perunggu.

Temuan dan proses ekskavasi situs Candi Patakan ini, menurut Wicaksono, semakin meneguhkan kalau situs ini jauh lebih tua dari masa Majapahit, yaitu pada masa muda Airlangga. Jejak arkelogis lainnya yang semakin meneguhkan jika situs Candi Patakan ini sebagai Candi masa Airlangga.

Prasasti Patakan saat ini berada di Museum Nasional Jakarta. Pada prasasti Patakan ini disebut wilayah Patakan menjadi sebuah tanah sima karena telah berjasa membantu Raja Airlangga

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved