Tito Karnavian Tak Setuju Kampanye Pilkada 2020 Dibatasi, PBNU & PP Muhammadiyah Minta Ditunda
Mendagri Tito Karnavian tak setuju jika kampanye Pilkada 2020 dibatasi, PBNU dan PP Muhammadiyah minta penyelanggaran ditunda saja.
Penulis: Alga | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM - Pilkada Serentak 2020 mengundang sorotan masyarakat karena kabarnya diizinkan mengadakan konser akbar.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pun mengaku tak setuju rapat umum maupun konser musik saat kampanye Pilkada Serentak 2020.
Pasalnya kegiatan tersebut menimbulkan kerumunan banyak orang dan berpotensi penularan Covid-19.
Meski begitu, Tito Karnavian tak setuju semua kegiatan harus dibatasi, karena paslon non-petahana yang bertarung di Pilkada akan dirugikan.
• Nikita Mirzani Ingin Tambah Anak Lagi dan Sosok Ayahnya Harus Bule: Enggak Masalah Kumpul Kebo
Hal itu disampaikan Tito Karnavian saat webinar bertajuk 'Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikan Ekonomi', pada Minggu (21/9/2020).
"Tidak fair kalau semua kerumunan dibatasi. Yang diuntungkan adalah petahana karena pertahanan dari 270 daerah."
"Kalau saya tidak salah 224 petahana yang ikut bertanding lagi," kata Tito Karnavian.
"Petahana ini diuntungkan karena mereka memiliki elektabilitas dah populer. Di samping itu juga bisa menggunakan power-nya," tambahnya.
• Nikita Mirzani Cari Donor Sperma, Ingin Punya Anak Lagi dari Bule, Sebut Orang Kumpul Kebo Tentram
Menurut Tito Karnavian, perlunya ruang bagi non petahana umtuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.
Untuk itu, Tito Karnavian mengusulkan agar PKPU No 10 Tahun 2020 Pasal 63 ayat 2 yang disebutkan syarat kegiatan tersebut yakni kegiatan dibatasi maksimal 100 orang, menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19, dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas di daerah setempat agar diubah.
Mantan Kapolri ini mengusulkan agar maksimal hanya 50 orang.
Dia mendorong adanya konser secara virtual yang bisa dibagikan melalui siaran streaming, sehingga bisa dilihat dan disaksikan oleh banyak orang.
• Gisella Anastasia Ingin Rujuk, Roy Marten Wanti-wanti ke Gading Jangan Cari Artis Lagi: Ribet!
"Kalau 50 orang prinsipnya jaga jarak bisa dan digelar di ruangan tertutup bukan di ruang terbuka sambil mendorong kampanye daring."
"Kemudian kampanye daring itu bisa mencapai ribuan orang, ratusan ribu, apalagi live streaming," tutur Tito Karnavian.
"Kemudian konser pun boleh, konser daring seperti beberapa kali dilakukan yang diinisiasi oleh Ketua MPR."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pilkada-serentak-2020.jpg)